banner 728x90

Kemerdekaan dan Pemuda Penggerak Revolusi

Tidak ada komentar 355 views

Muh. Irfan. (Ist.)

Oleh : *Muh Irfan

Sejarah Indonesia adalah sejarah yang sangat panjang, salah satunya sejarah pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945 atau sebuah pengumuman terhadap lahirnya sesuatu yang baru, yang sampai hari ini kita kenal sebagai momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Agusutus memang sebuah Revolusi, seperti yang di katakan Bung Karno atau kita kenal dengan Bapak Proklamator, ini adalah sebuah momen untuk menjebol yang lama dan membangun yang baru. Tetapi dalam sejarah pembacaan teks Proklamasi perang pemuda juga sangat penting kenapa demikian, karena pada waktu itu terjadi perdebatan yang sangat elok antara golongan muda dan golongan tua dan waktu itu golongan mudalah yang berhasil, kenapa demikian karena Sukarni dan kawan-kawannya mampu ‘menculik’ Soekarno/Hatta untuk membacakan teks Proklamsi tersebut.

Dan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 kali ini mengangkat tema “Menuju Indonesia Unggul”. Peringatan HUT Kemerdekaan RI harus tetap menggelora, meskipun peringatan kali ini diwarnai beberapa masalah seperti tahun-tahun kemarin.

Melirik dari penjajahan dimasa lampau jelas adanya kita dijajah oleh Kolonial Belanda selama 3,5 abad lamanya, belum lagi okupasi Jepang dan juga Inggris (Britania Raya), yang melakukan penindasan melalui kerja paksanya. Sampai hari ini atau 74 tahun Indonesia Merdeka kita masih mengalami penindasan neskipun metode penindasannya yang berbeda.

Penjajahan gaya baru yang dialami Negara berkembang saat ini salah satunya Negara Indonesia masih sangat kental, bagaimana tidak Neokolonialisme dan Neoimprealisme sampai saat ini kita tidak bisa kendalikan lagi karena sistem yang diterapkan membuat rakyat tidak sadar jika sampai saat ini kita mengalami yang namanya penindasan, parahnya lagi jika penentu kebijakan Negara hari ini yang mengendalikan sistem Negara bekerja sama dengan korporasi asing yang kemudian ingin mengeksploitasi semua sumber daya alam yang ada di Indonesia.

Jika hal ini terus terjadi dan merajalela di Indonesia maka yakin dan percaya kita akan jadi penonton di Negara sendiri bahkan menjadi budak di Negara sendiri dan “Indonesia Menuju Unggul” itu akan tetap menjadi angan-angan semata dan Indonesia pada tetap posisinya yaitu terancam Unggul dari Negara lain.

Seiring dengan perkembangannya zaman atau yang kita kenal hari ini dengan Revolusi 4.0. harusnya kita mampu berinovasi salah sektor dibidang pertanian karena keunggulan komparatif Indonesia adalah tanah. Kita seharusnya mampu memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dengan tidak mengalih fungsikan lahan pertanian ke pembangunan infrastruktur yang di miliki oleh pihak asing, dan juga pemerintah seharusnya mampu memberdeyakan petani saat ini dalam hal ini memberikan mereka pendidikan untuk lebih kreatif lagi, bukan mala mendiskriminalisasi petani ketika dia berinovasi, salah satunya bapak petani Munirwan yang ada di Aceh sana.

Dan peran pemuda sangat dibutuhkan dalam menghadapi persoalan bangsa hari ini, ketika dahulu pahlawan kita jelas perlawanannya karena melawan genjatan senjata dari kolonial belanda dan okupasi jepang, kita generasi bangsa mesti bersatu untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Karena pada dasarnya pemudalah jawaban dari problem bangsa dan sosial hari ini, jika pemuda tidak mengambil sikap untuk melawan segala penindasan dan kebijkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap sistem yang berlaku saat ini, maka yakinlah baik penindasan sebelum kemerdekaan yang dilakukan oleh Neokolonialisme maupun setelah 74 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya bentuk penindasaanya tidak memiliki perbedaan. Dan tema “Indonesia Menuju Unggul” hanya akan menjadi pajangan di 74 Tahun HUT Indonesia kali ini.

*Penulis adalah Ketua Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat/Komkar Mamuju.

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kemerdekaan dan Pemuda Penggerak Revolusi"