banner 728x90

Kementan dan Gubernur Sulbar Pacu Ekspor Cangkang Sawit

banner 728x90

Cangkang Sawit yang akan di ekspor ke Thailand melalui pelabuhan Belang-belang, Mamuju. (Dok Syarif)

Mamuju, Katinting.com – Industri olahan kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus bertumbuh, mulai dari RBD Palm Olein, RBD Palm Stearin, RBD Palm Kernel Oil dan Palm Fatty Acid Distillat telah menjadi langganan pasar ekspor.

Tidak hanya produktivitas tinggi namun juga kualitas dan kesehatan dan keamanan produk yang terjamin membuat produk pertanian asal sub sektor perkebunan ini mampu bersaing.

Seiring dengan peningkatan produksi olahan kelapa sawit maka produk samping berupa cangkang sawit atau Palm Kernell Shell pun tersedia dalam jumlah yang berlimpah dan kini mulai laris dibidik pasar ekspor.

“Ini membuktikan betapa kayanya sumber daya alam hayati kita, limbah atau produk samping kelapa sawitpun masih dapat memberi nilai tambah,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat memberikan laporan pada acara pelepasan ekspor 8 ribu ton cangkang sawit di Pelabuhan Belang-belang, Mamuju (27/7).

Menurut Jamil, berdasarkan data sistem perkarantinaan, IQFAST cangkang sawit milik CV Anugrah Abadi, Sulbar ini baru pertama kali dikirim ke Thailand dengan nilai ekonomi sebesar  Rp. 8,9 milyar. Tahun lalu, produk yang sama juga berhasil diekspor ke Jepang sebanyak 8,4 ton.

Jamil menuturkan saat ini banyak negara sedang menggalakkan penggunaan sumber energi terbarukan, termasuk energi biomassa asal cangkang sawit.

Melihat potensi cangkang sawit asal Sulbar yang besar, kedepan diperlukan sinergisitas berbagai pihak agar kinerja ekspornya dapat terus dipacu.

Upaya aktif untuk mempromosikan dan melakukan kampanye aneka produk turunan dan samping kelapa sawit keberbagai negara kiranya diperlukan.

“Cara promosi virtual mungkin dapat digunakan, di tengah kondisi sulit akibat Covid-19,” imbuh Jamil.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar yang hadir dan melepas ekspor secara langsung menyampaikan apresiasinya kepada petani, pelaku usaha dan instansi terkait yang telah membantu mendorong kinerja ekspor pertanian di Sulbar.

“Sulbar tidak hanya luas namun juga subur, untuk itu kami sangat terbuka dengan program strategis yang dijalankan oleh Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red),” kata Gubernur Sulbar.

Pelepasan ekspor cangkang sawit di Pelabuhan Belang-belang, Mamuju. (Dok. Zulkifli)

Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Alise Sesa yang turut mendampingi kunjungan kerja Kepala Barantan memaparkan, saat ini ragam produk unggulan ekspor Sulbar masih dalam lingkup produk olahan sawit dan kayu olahan.

Informasi dari eksportir, selain untuk energi biomassa, cangkang sawit dinegara tujuan ekspor juga digunakan sebagai bahan baku bioler, campuran pakan ternak dan lainnya.

Cangkang sawit yang diekspor ini juga telah melalui serangkaian tindakan karantina pertanian guna memastikan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Dan telah sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan.

Alise juga menuturkan, selain di Pelabuhan Belang-belang pihaknya menjalankan tugas perkarantinaan berupa pengawasan keamanan dan pengendalian mutu pangan dan juga pakan asal prpduk pertanian yang dilalulintas di Sulbar baik ekspor, impor dan antar area di tujuh tempat lainnya yang telah ditetapkan. Yakni di pelabuhan, bandar udara dan kantor pos di wilayah Sulawesi Barat.

“Guna memacu kinerja ekspor, kamipun menyiapkan fitur peta potensi ekspor yang dapat diakses masyarakat melalui Klinik Ekspor Karantina Pertanian Mamuju. Harapanya ini dapat mendorong tumbuhnya ragam dan eksportir baru di Sulbar,” tutup Alise. (Rls/Zul)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kementan dan Gubernur Sulbar Pacu Ekspor Cangkang Sawit"