dprd sulawesi barat

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Kades Doda Terus Bergulir, Saksi dari Yayasan Alkhairaat Mangkir

banner 468x60

FOTO. Fotocopy Ijasah resmi naso. (Ft: Ist)

Mamuju, Katinting.com – Terkait laporan kasus dugaan ijazah palsu milik Resmi Naso, Kepala Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu terus bergulir di Polda Sulbar.

Beberapa waktu lalu, sejumlah saksi telah diperiksa, seperti Kepala PMD Pasangkayu, pihak Diknas Pasangkayu, termasuk Resmi Naso sebagai terlapor.

BACA JUGA : Ijazah Alkhairaat Milik Kades Doda di Pertanyakan ke Absahannya

Hari ini, Rabu (17/1), dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi, Saharuddin, pengurus Yayasan Alkhairaat tempat terbit ijazah Madrasah Aliyah (MA) Resmi Naso. Namun Saharuddin mangkir dari pemeriksaan Direktorat Kriminal Umum Polda Sulawesi Barat.

“Hari ini akan dilakukan pemeriksaan sabagai saksi namun tidak hadir. Dipanggil untuk klarifikasi sebagai saksi,” kata pihak tim penyidik kriminal umum Polda Sulbar. Rabu, (17/1).

Ketidak hadiran saksi tersebut rencananya akan dijadwalkan ulang. Usai pemeriksaan seluruh saksi, rencananya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tindak lanjut apakah ada tersangka atau tidak.

Lebih lanjut diterangkan, dalam prosesnya jika memenuhi unsur, saksi bisa saja ditingkatkan menjadi tersangka.

Saat dikonfirmasi Katinting.com via handphone, Saharuddin mengatakan tidak hadir karena adanya kedukaan.

“Ada kedukaan, orang meninggal,” singkat Saharuddin.

Lebih lanjut, Saharuddin mengatakan siap hadir jika ada pemanggilan lagi.

Ditempat terpisah pelapor, Fikar dari LIRA Sulbar menepis isu jika kasus tersebut telah berhenti. “Itu tidak benar dan sampai saat ini kasus tersebut terus berproses di Polda Sulbar. Dimana kepolisian telah bekerja secara profesional dan tidak ada yang kebal hukum. Semoga secepatnya ada yang ditetapkan menjadi tersangka dan kasus serupa lainnya tidak terjadi lagi,” kuncinya.

(Anhar Toribaras)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar