banner 900x90

Kasus 25 Polisi Positif Narkoba, Polda Sulbar Ungkap Money Loundry

388 views
banner 900x90

Konfrensi Pers Polda Sulbar.

Mamuju, Katinting.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang dari hasil kejahatan tindak pidana Narkoba. Tak tanggung-tanggung, “Money Laundry” yang diduga dari hasil penjualan barang haram tersebut, ditaksir kurang lebih senilai 1 Milliar lebih.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulbar, AKBP Kurniadi mengatakan, pengukapan tindak pidana pencucian uang dari kejahatan tindak pidana Narkoba ini, bermula dari pengembangan 25 anggota kepolisian yang terbukti positif narkoba, saat menjalani tes urine beberapa waktu yang lalu.

“Kalau ditaksir, tindak pidana ini sekitar 1 Milliar lebih. Kasus ini berdasarkan pengembangan, dan satu LP (laporan red.) kami kembangkan mulai 17 Oktober 2016 lalu, dengan menemukan Sabu 0,9 gram atas nama tersangka TS. Usai tes urin anggota, kami kembangkan lagi atas nama tersangka AA di Polres Mamuju, dia bertindak sebagai pengedar dengan ancaman hukuman 5 tahun, kemudian P yang juga anggota Polres Mamuju sebagai tersangka (DPO) yang masih kita cari,” pungkas AKBP Kurniadi dalam press realese di Aula Polda Sulbar, Kamis (13/04).

Kemudian, pihaknya juga meringkus tersangka ID, yang tak lain adalah istri dari P. Tak sampai disitu, tersangka RS yang merupakan ipar dari P, diringkus di Pampang Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kita sudah melakukan penyitaan 3 unit mobil, dua rumah di salah satu BTN dan di Bonehau, 1 unit Mobil Agya atas nama RS (ipar). 1 unit rumah di Pampang dan Honda Jazz atas nama RS, dan satu bidang tanah didaerah pampang,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang menegaskan, anggota kepolisian yang terlibat Narkoba, apalagi sampai menjadi pengedar, juga akan dijerat proses kode etik.

“Nanti kita akan proses sesuai kode etik kepolisian, prosesnya di Propam kita tidak butuh anggota begitu, saya sudah bilang kalau ada sampah dikepolisian yang tidak bisa didaur ulang, yang DPO bisa jadi masuk sindikat karena susah ditemukan,” tegasnya. (Srf)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.