banner 728x90

Kadis Parawisata Sulbar: Tenun Bisa Jadi Daya Tarik Bagi Para Wisatawan

Karya Ketua Srikandi tenun Sulbar, Sari Lasami ditampilkan dalam fashion festival tenun budaya daerah Provinsi Sulbar. (Foto Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Melalui Dinas Parwasita Sulawesi Barat (Sulbar), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar menggelar fashion festival tenun budaya daerah Provinsi Sulbar di Auditorium lantai IV kantor Gubernur Sulbar, Senin (24/6).

Dalam fashion festival tenun tersebut, Desainer yang juga Ketua Srikandi tenun Sulbar, Sari Lasami menampilan 3 Model cilik, 12 model Dewasa  dan Duta Budaya Sulbar, Rahmawati Sahar melakukan fashion show dengan memakai tenun Sekomandi dari Kalumpang, Mamuju, tenun Sutera Mandar dan tenun Sambu’ (sarung) Mamasa.

Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi mengungkapkan sektor pendukung pariwisata seperti bahan olahan khas daerah yang salah satunya tenun dapat menjadi sebuah daya tarik promosi bagi para wisatawan yang ada di Provinsi ke 33 ini.

“Sektor-sektor pendukung pariwisata seperti ini akan terus kita dorong. Tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan ke Sulbar hanya 750 orang, ini tantangan bagi kita karena pariwisata dapat berkembang atas dukungan semua lini, salah satunya dengan memperkenalkan budaya milik kita melalui event-event seperti yang kita lakukan saat ini,” ungkapnya.

Farid berharap, hasil tenun Sulbar yang dipersiapkan menjadi ikon dan oleh-oleh cenderamata saat berkunjung ke Sulbar dapat diperkenalkan secara meluas oleh masyarakat Indonesia, pun demikian bagi pelancong Internasional.

Sementara itu, Sekertaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi hasil karya desainer lokal Hj. Sariani Lasami. Ia berharap  aktifitas-aktifitas pendukung kepariwisataan seperti ini bisa terus ditingkatkan.

“Ini salah satu upaya kita dalam mempertahankan budaya, perlu ada langkah sistematik yang melibatkan seluruh stakeholder, pemangku kebijakan, pengusaha dan perbankan serta keterlibatan masyarakat, bukan cuma pemerintah saja sehingga akan lahir sebuah karya monumental yang dapat memperkenalkan Sulbar ke kancah nasional dan Internasional,” urainya.

Terkait hasil Karya yang dipersembahkan Sariani Lasami maupun produk-produk dari kain tenun khas Sulbar, Idris mengaku akan terus berupaya dalam mengembangkan dan membantu agar para pengusaha daerah yang bergerak disektor tersebut bisa terus berkarya dan berinovasi.

“Untuk pasarannya sendiri sudah mulai dilirik dikancah Nasional, upaya kita dari pemerintah daerah ialah terus mendukung, utamanya sekarang ini yang kita support atau kita jaga adalah para pengrajinnya sehingga budaya tenun kita ini bisa terus beregenerasi,” tandasnya. (Fir/Zul)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan