banner 728x90

Kabupaten Majene Terbaik Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi

214 views

Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd., Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar. (Foto Syarif)

Mamuju, Katinting.com – Kabupaten Majene dominasi lima kabupaten lainnya di Sulbar dari capaian beberapa aspek, dalam mendukung program-program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala BKKBN Sulbar Dra. Hj. Andi  Ritamariani, M.Pd mengatakan, Kabupaten Majene bakal mendapatkan penganugerahan Kencana atas dukungan terhadap program-program BKKBN, yang rencananya akan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani atas prestasi tersebut.

“InsyaAllah 23 Desember 2018, diserahkan di Jakarta dan itu akan diterima langsung oleh Bupati (Majene),” kata Andi Ritamariani.

Andi Ritamariani berujar, capaian kabupaten Majene sangat bagus sekali, dibandingkan dengan lima kabupaten lainnya di Sulbar.

“Mekanisme operasional di lapangan juga dijalankan. Kemudian pemanfaatan balai penyuluh, mereka memang jadikan kantor. Mereka maksimalkan,” ungkapnya.

Dari beberapa program BKKBN sampai pada bulan November 2018, yang dipaparkan oleh Kepala BKKBN Sulbar, salah satunya adalah, Majene menjadi Kabupaten terbaik di Sulawesi Barat, sebagai Peserta KB Baru (PB) dalam penggunaan alat kontrasepsi di tahun 2018, dengan capaian 103.131 persen.

Hal itu berdasarkan data sampai dengan bulan November 2018, yang disampaikan oleh BKKBN Provinsi Sulbar, saat melakukan konferensi pers di kantornya, Jln. Abdul Malik Pattana Endeng, Kamis (20/12).

Di Kabupaten Majene, tercatat jumlah pengguna IUD 329, MOW 93, MOP 0, Kondom 156, Implant 703, suntik 2.058, pil 1038 dengan total 4.378.

Sementara itu, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menjadi yang terendah, dengan capaian 41.17 persen. IUD 29, MOW 18, MOP 0, Kondom 21, Implant 208, suntik 1.086, pil 330, total 1.692.

Sementara itu, Kabupaten Mamuju menduduki urutan kedua dengan capaian 88,97 persen, diikuti kabupaten Mamasa dengan 89.99 persen, Kabupaten Pasangkayu 64,13 persen dan Kabupaten Polewali Mandar, 49,02 persen.

Selain itu, Andi Ritamariani juga mengatakan ditahun 2019, Kabupaten Majene akan jadi sasaran untuk percontohan data dari seluruh kabupaten di Sulbar.

(Zulkifli)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.