banner 900x90

Jokowi Resmi Cabut Remisi Otak Pembunuh Jurnalis

Tidak ada komentar 99 views
banner 900x90

Aksi AJI Mandar, Biro Mamuju di kantor Kemenkumham Wilayah Sulbar (25/1) yang menolak remisi otak pembunuhan ku Radar Bali. (Foto Busman)

Jakarta, Katinting.com – Presiden Joko Widodo resmi mencabut remisi otak pembunuhan jurnalis I Nyoman Susrama yang dilakukan kepada jurnalis Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Dikutip dari laman CNN Indonesia, Sabtu (9/2), itu terkonfirmasi kepada Jokowi di sela-sela menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Grand City Convention Center.

“Sudah, sudah saya tandatangani,” kata Jokowi saat bersalaman dengan sejumlah pemimpin media dan tokoh pers di Surabaya.

Di saat yang sama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se Jawa Timur menggelar aksi menuntut pencabutan remisi Susrama, di Surabaya.

Mereka mendesak Presiden Jokowi segera mencabut remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dari seumur hidup menjadi penjara sementara 20 tahun.

Desakan ini menyusul pernyataan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM bahwa draft Keppres pencabutan remisi sudah sampai ke meja Mensesneg dan menunggu tanda tangan presiden.

Desakan publik juga muncul melalui tanda tangan petisi online di change.org yang hingga Jumat 8 Februari 2019, telah menembus 48 Ribu lebih dukungan.

Petisi bersama surat keberatan tersebut pada Jumat 8 Februari kemarin telah diserahkan ke pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM.

“Besarnya partisipasi publik dalam masalah ini, menunjukkan ada keadilan masyarakat yang tercederai. Artinya, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak mencabut remisi bagi Susrama. Tentu kami menuntut sikap politik Presiden Joko Widodo untuk menegakkan keadilan,” kata Ketua AJI Surabaya, Miftah Faridl.

Sepuluh tahun silam, Prabangsa dibunuh dengan amat sadis oleh sembilan orang, tepatnya pada 11 Februari 2009. Dengan tangan terikat, kepala Prabangsa dihajar dengan kayu, bertubi. Hingga kondisinya remuk.

Jasad Prabangsa kemudian dibuang ke laut. Ia baru ditemukan enam hari setelahnya, yakni pada 16 Februari 2009 di perairan Padang Bai, Karang Asem, Bali. Kasus pembunuhannya pun baru terungkap berbulan-bulan setelahnya.

Sumber : CNN Indonesia

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan