dprd sulawesi barat

Jaksa Masuk Sekolah

227 views
banner 468x60

Gubernur Sulbar, Ali Baal saat mamasangkan rompi tanda lounching program Jaksa Masuk Sekolah. (Hms Pemprov Sulbar)

Mamuju, Katinting.com – Program Jaksa Masuk Sekolah resmi dilaunching oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dilapangan upacara kantor Gubernur Sulbar, Senin (8/1), yang hadiri Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, Asisten Tata Praja Nuralam Tahir, Wakil Ketua DPRD Sulbar Thamrin Endeng, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Amin Jasa, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, Danrem 142 Tatag Kol Inf. Taofiq Shobri, Kajari Se-Sulbar, Kepala SMA sederajat se-Sulbar, pimpinan OPD, dan lainnya.

Launching ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan rompi dan baju kaos “Guru Jujur Sulbar Maju” secara simbolis oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar Ma’rang kepada perwakilan Kepala Sekolah dan guru SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta se-Sulbar.

Pada kesempatan tersebut Ali Baal Masdar meminta para guru dan pemerhati pendidikan, agar kebiasaan buruk yang ada selama ini di sekolah-sekolah dapat dihilangkan demi terwujudnya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

“Dari dulu kita bersungguh-sungguh untuk membuat bangsa ini tertawa, masyarakatnya bisa sejahtera, untuk itu saya harapkan agar guru-guru menghilangkan kebiasan-kebiasaan yang dilarang di sekolah,” kata Ali Baal Masdar.

Ali Baal juga mengemukakan, melalui MoU itu, pemerintah dapat melakukan pembinaan di bidang pendidikan dan melakukan pengawasan, sehingga dengan mudah dapat memberikan bantuan  atau tindakan hukum lainnya apa bila terjadi pelanggaran.

“Kalau ada kepala sekolah yang punya masalah dapat disampaikan kepada kepala Dinas Pendidikan untuk ditanyakan di kejaksaan, namun tetap melalui proses yang ada,” terang Ali Baal.

Dalam waktu dekat, Ali Baal membeberkan akan membentuk tim yang akan melakukan pemantauan di sekolah-sekolah untuk menanyakan berbagai hal misalnya jumlah  guru pegawai dan kontrak serta lainnya, selanjutnya dari hasil itu akan dilakukan evaluasi.

“Banyak guru yang jarang masuk bahkan tidak pernah, masih dikasih honor. Hal itu terjadi  sebab selama ini tidak pernah dievaluasi, jadi sekarang saya mau bulan ini akan turun tim tapi saya tidak kasih tau siapa-siapa orangnya,” tegas Ali Baal.

Asisten Intelijen Kajati Sulselbar, Ma’rang menyampaikan, banyaknya persoalan yang terjadi di sektor pendidikan saat ini. Misalnya, adanya penyebaran dan penyalahgunaan narkoba dan  tindakan kriminal di kalangan pelajar serta adanya perilaku koruptif dan pungli. Fenomena itu sangat ironis mengingat sektor pendidikan seharusnya menjadi salah satu garda terdepan untuk mengajarkan, menanamkan dan sekaligus menumbuh kembangkan nilai-nilai idealisme dan integritas.

“Untuk itulah, pihak Kejaksaan sejak 2015 meluncurkan program Jaksa Masuk Sekolah guna meningkatkan kepatuhan dan kesadaran hukum, sehingga pendidik maupun peserta didik dapat menjauhkan diri dari segala perbuatan yang melanggar hukum. Sampai saat ini program Jaksa Masuk Sekolah dilakukan secara berkesinambungan dengan melakukan berbagai kegiatan di semua tingkatan Sekolah,” ucap Ma’rang.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan reformasi birokrasi yang salah satunya adalah di bidang hukum, dimana bagian dari itu kemudian dikembangkan paradigma penegakan hukum yang mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi.

“Kalau yang lalu begitu ada laporan, langsung ditinjaklanjuti, namun sekarang melalui kegiatan ini dapat kita lakukan upaya pembinaan dan bimbingan terlebih dahulu,” terangnya.

Terkait teknis pelaksanaan program tersebut, Ia menjelaskan program itu  akan dipermanenkan dalam bentuk kurikulum, nanti akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan untuk diusulkan agar dapat dimasukkan ke dalam kurikulum.

(Hms/Muhyiddin)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar