banner 728x90

Isu Desakan Lengser Sekda Pasangkayu Muncul Di Tengah Polemik

banner 728x90

Musawir Aziz Isham

Pasangkayu, Karinting.com – Ketua Pansus LPKJ kepala daerah Pasangkayu tahun 2019, Musawir Aziz Isham mengimbau sekretaris daerah, Firman agar tidak selalu mencari alasan pembenaran terkait persoalan pemerintahan daerah, secara spesifik soal BPJS dan LKPJ.

Bahkan berdasarkan catatan, anggota DPRD empat periode itu merunut sejumlah kekisruan internal birokrasi akibat ulah mantan kepala bappeda Pasangkayu itu yang dia sebut sebagai biang kerok.

Sebut saja, konflik dengan mantan sekda Pasangkayu, HM. Natsir tiga tahun lalu dan kisruh dengan wakil bupati Pasangkayu, HM. Saal belum beberapa bulan lalu yang menyedot perhatian publik.

Serta yang masih hangat dibicarakan saat ini, yakni polemik terkait lepas kontrak dengan BPJS kesehatan. Dan tentunya yang tak kalah menyita perhatian, yaitu soal penyusunan LKPJ kepala daerah Pasangkayu tahun 2019.

Lontaran tudinganpun tak terhindarkan dari sejumlah kalangan anggota DPRD Pasangkayu. Ada yang menduga, Firman mencari panggung. Bahkan, ada yang mengatakan wewenangnya sudah melampaui bupati.

Itu disampaikan politisi senior ini saat menjamu media di kediaman pribadinya di Pasangkayu, Sulawesi Barat, Sabtu, 16 Mei 2020. Kali ini, ia kembali lantang melontarkan pernyataan pedas kepada Firman yang dia sebut “Superior”.

Lebih jauh dia katakan, Firman selama ini kerap berpolemik yang dianggap mengganggu stabilitas pemerintahan daerah. Karena itu, diapun mengajak agar melakukan pembenahan bersama semua pihak.

Saat RDP dengan BPJS kesehatan medio April lalu, sambung Musawir, dia tidak sepakat jika kerjasama dengan BPJS tidak diperpanjang, apapun alasannya. Sebab, itu merupakan perintah undang-undang.

Namun saat itu, kata Musawir, pihak BPJS yang memberikan opsi atau cara alternatif sebagai lanjutan kerjasama yang bisa dituangkan ke dalam peraturan kepala daerah (perkada).

Kemudian, saat rapat banggar antara DPRD dengan pemda di gedung DPRD Pasangkayu, Selasa, 5 Mei 2020, dengan alasan kenaiakan iuran hampir dua kali lipat, pemda melalui sekda menyampaikan kepada forum, terpaksa tidak memperpanjang kontrak ini.

Namun, Firman memberikan solusi bagi warga pemegang kartu BPJS PBI daerah. Dengan skema penalangan, pemda akan menanggung biaya jika ada warga hendak dilayani di fasilitas kesehatan.

Tapi Musawir serta kawan-kawan di DPRD Pasangkayu tidak setuju dengan sejumlah alasan. Masalahnya, itu dianggap menyalahi undang-undang sistem jaminan sosial dan BPJS.

Bahkan muncul tudingan indikasi bisnis di balik skema itu yang dialamatkan pada pemda. Itu ditegaskan Musawir. Tapi, Firman membantah semua tudingan soal itu.

Di media, Firman menyampaikan sejumlah klarifikasi terkait semua ini, bahkan menyiratkan sejumlah nama anggota DPRD yang diklaim sepihak mendukung langkah “skema” pemerintah daerah tersebut.

Meski sebagain tidak mempersoalkan itu. Tapi lagi-lagi, Musawir dan anggota DPRD lainnya, membantah keras pernyataan Firman yang mencatut nama mereka itu.

Di salah satu kesempatan, Firman menjelaskan ke sejumlah pegiat media, bahwa semua pernyataan anggota DPRD itu secara lembaga ataupun personal, sangat baik bagi dirinya pribadi.

Pasalnya, dengan nada merendah Firman mengatakan, itu semua perlu untuk dijadikan introspeksi demi perbaikan ke depan, baik soal BPJS maupun LKPJ.

Lantaran desakan sejumlah anggota DPRD Pasangkayu, termasuk Musawir yang paling getol dan menyebut sikap Firman tidak konsisten, akhirnya pemda mengurungkan langkah tersebut.

Bahkan, melalui media beberapa hari lalu, bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, menegaskan kontrak kerjasama dengan BPJS akan dilanjutkan, dan Musawir menghargai itikad baik itu.

Meski begitu, karena disinyalir sering membuat gaduh, terdengar selentingan isu di sebagian kalangan anggota DPRD Pasangkayu mendesak bupati agar melengserkan Firman dari jabatan sekda.

Entah terwujud atau tidak, itu hak prerogatif bupati untuk melakukan. Walaupun ada desakan, tapi semua tergantung pertimbangan bupati, sebab keputusan mutlak ada di tangan pucuk pimpinan.

Arham Bustaman

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Isu Desakan Lengser Sekda Pasangkayu Muncul Di Tengah Polemik"