dprd sulawesi barat

IMP Matra Gelar Diskusi Publik Tangkal Radikalisme Atas Nama Agama

216 views
banner 468x60

Diskusi Publik yang dilaksanakan IMP Matra.

Majene, Katinting.com – Ikatan Mahasiswa Mamuju Utara (IMP Matra), Rabu (05/04) menggelar diskusi publik dengan tema Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal Mengatasnamakan Agama di Sulawesi Barat, yang dilaksanakan di aula Puri Lembang Kabupaten Majene.

Peserta yang hadir kurang lebih 100 orang dari berbagai macam organisasi kepemudaan, PMII, Pemuda Pancasila, HMI, dan seluruh organda yang berada di kabupaten Majene.

“Kita berharap masyarakat dan ulama berperan aktif untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan ISIS dilarang berkembang di Sulbar,” kata Kepala Badan KESBANGPOL Drs. H. Efenddy Gasong.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, mahasiswa, pelajar dan organisasi kepemudaan guna mencegah ajaran kekerasan. Sebab ajaran kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengutamakan kedamaian. Karena itu, pihaknya meminta ajaran radikalisme maupun ISIS harus dimusnahkan karena bisa mengancam keruntuhan persatuan dan kesatuan.

“Kami minta warga jika terdapat ajaran yang menyimpang terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat hukum dan tokoh agama,” ujarnya.

Ia mengajaka masyarakat jangan sampai terbujuk menjadi anggota kelompok faham radikalisme maupun ISIS. Sebab ajaran mereka itu cukup merugikan diri sendiri juga keluarga maupun masyarakat.

“Kami berharap warga tidak masuk anggota yang dilarang negara itu,” ujarnya.

Sementara Ketua Gerakan Pemuda ANSOR Muhammad Ma’ruf Muchtar mengimbau masyarakat mewaspadai bila ada orang yang tidak dikenal memberikan hadiah maupun ibadah umrah.
Penyebarluasan paham sesat atau radikalisme dengan cara memberikan sesuatu untuk menarik para jamaahnya. Pihaknya telah melakukan pengawasan dan koordinasi dengan ribuan ulama untuk memantau keberadaan ISIS di Kabupaten Majene.

“Kami mengajak masyarakat agar mencegah ajaran keras karena tidak sesuai dengan ajaran Islam,” katanya.

Kabag OPS Polres Majene Kompol Bambang H. S.Sos mengatakan, saat ini Majene steril dari ajaran radikalisme dan ISIS sehingga memberikan ketertiban dan keamanan.

Selama ini majene cukup berpotensi dimasuki paham radikalisme, terlebih banyaknya desa-desa terpencil. Ia berharap masyarakat waspada jika ada lembaga keagamaan maupun sosial menyalurkan bantuan karena khawatir mengajak ajaran sesat atau paham radikalisme. Karena itu, pihaknya melibatkan ulama agar masyarakat dapat memahami ajaran Islam yang benar.

“Kami yakin peran ulama sangat penting untuk mencegah paham sesat maupun radikalisme,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua IMP MATRA, Masykur, mengatakan, mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan diskusi publik, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mewaspadai pemahaman radikalisme.

(Rls)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar