dprd sulawesi barat

Ijazah Alkhairaat Milik Kades Doda di Pertanyakan ke Absahannya?

625 views
banner 468x60

FOTO. Fotocopy Ijazah Kades Doda, Resmi Naso. (Ft: Ist)

Mamuju, Katinting.com – Dugaan menggunakan Ijazah palsu oleh Kepala Desa Doda terpilih, Resmi Naso di Kecamatan Sarudu, Kabupaten Mamuju Utara, telah dilaporkan warga di Kantor Ombudsman RI Sulbar dan Polda Sulawesi Barat, dan hal tersebut masih sedang berproses.

Selain itu, terkait keberadaan ijazah yang dimiliki Resmi Naso, saat dikonfirmasi kepada Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Agama Provinsi Sulawesi Barat juga mempertanyakan beberapa hal terkait keabsahan Ijazah Resmi Naso.

“Tentang umur si pemilik ijazah pada saat ikut ujian. Bahwa, seseorang ikut ujian dengan kelahiran tahun 1966 ini, kemudian dia mendapatkan ijazah pada tahun 2008. Perlu dikonfirmasi apakah betul yang bersangkutan mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan standar nasional pendidikan, dan sesuai dengan undang-undang nomor 20 sistem pendidikan nasional tahun 2003 yang menyatakan bahwa seseorang dapat dikatakan layak lulus dan menerima ijazah ketika telah memenuhi proses belajar mengajar mulai dari kelas 1, 2 dan 3, serta dibuktikan dengan rapor dari setiap tingkatan,” kata H. Husain, Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Agama Provinsi Sulbar. (15/11).

Saat melihat copyan Ijazah milik Resmi Naso, Husain juga menjelaskan penulisan ijazah khususnya pada daftar nilai, secara umum bahwa penulisan ijazah dan nilai, adalah dengan cara seluruh nilai dari semua mata pelajaran itu dijumlahkan kemudian dibagi dengan jumlah item mata pelajaran, itulah hasil dari nilai rata-rata.

“Dan disini (ijazah,red) tidak menggunakan rumus itu. Tidak konfirmasi yang mengeluarkan ijazah seperti apa model penulisan nilai ijazah yang dipedomani.” Ungkapnya.

Ijazah dari Madrasah Aliyah (MA) pada umumnya dikeluarkan pada bulan Mei, namun pada ijazah tersebut dikeluarkan pada 26 Juni. Husain mengatakan, ” Itupun perlu dikonfirmasi”.

Lanjut Husain, “Yang berikutnya adalah jenis tulisan sangat berbeda dengan himbauan bahwa tulisan itu adalah dapat dibaca dengan baik, serta terlihat indah. Di ijazah ini sangat tidak memenuhi penulisan sebuah ijazah.” Pungkasnya.

Ijazah yang dimiliki Kepala Desa terpilih, ialah ijazah internal yang dikeluarkan oleh Yayasan Alkhairaat pusat Palu.

Menurut Husain yang selama ini mengurusi ijazah, bahwa semua lembaga resmi pemerintahan, wajib melampirkan ijazah resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, bukan yayasan.

“Bahwa ijazah ini adalah ijazah internal yang dikeluarkan oleh yayasan Alkhairaat pusat Palu, namun pemilik ijazah ini dipertanyakan apakah pernah mengikuti ujian Nasional. Sebab seluruh anak bangsa yang mengikuti pendidikan itu harus mendapatkan pengakuan dari Negara setelah ikut melaksanakan pendidikan ketika mendapatkan ijazah,” terangnya.

“Kalau itu diterima, maka tentu semua yayasan akan beramai-ramai mengeluarkan ijazah. Walaupun mungkin pemilik ijazah itu tidak melalui proses pembelajaran sebagaimana mestinya.” pungkasnya.

Saat dihubungi Katinting.com via Hp, Jumat (17/11), pihak Yayasan Madrasah Aliyah (MA) Alkhairaat di Bambaloka, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, tempat sekolah Resmi Naso menuturkan bahwa Ijazah Resmi Naso yang kelahiran di 31 Desember 1966 dan tamat MA Alkhairat tahun ajaran 2007/2008 adalah resmi keluaran yayasan Alkhairat dan selesai karena ikut ujian persamaan.

“Itu ijazah resmi dari yayasan, dia ikut ujian persamaan,” kata Saharuddin.

Menanggapi soal peruntukan Ijazah tersebut, Saharuddin juga menuturkan bisa untuk dipakai untuk Pilkades dan itu resmi dikeluarkan Yayasan Alkhairat. Bahkan Saharuddin menuturkan, terkait Ijazah Resmi Naso sudah pernah dihadapkan pada Polres Pasangkayu dan tidak ada masalah.

Saat menanggapi metode penghitungan nilai dari Ijazah resmi Naso yang dianggap cukup aneh dan tidak ada pembagian dari rata-rata total nilai, Saharuddin singkat menjawab itu dikeluarkan yayasan.

(Anhar Toribaras)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar