banner 900x90

Unggulkan SDK-Kalma, NSI Terjebak Fallacy Of Composition

134 views
banner 900x90

Maenunis Amin

Polman, Katinting.com – VO Media Center ABM-Enny, Maenunis Amin, menanggapi biasa sebuah rilis oleh NSI, lembaga yang mengaku asal Yogyakarta. NSI melalui direkturnya, Agus Indra Sasano, menjagokan SDK-Kalma di Pilgub Sulbar 2017.

Konklusi NSI sangat normatif dan sama sekali tidak memiliki variabel riset metodologis, sebut Maenunis

“Tidak ada yang baru kok dari apa yang dirilis oleh NSI. Dari dulu-kan begitu-begitu saja pihak yang menjagokan SDK-Kalma. Konklusinya selalu sangat normatif, padahal NSI itukan mengaku lembaga riset, maka konklusi analisisnya juga seharusnya berdasarkan variabel komposisif metodologi riset yang proporsional.” Sebut Maenunis. (13/01)

Maenunis menilai, NSI lemah dalam menyusun komposisi skema peta kekuatan perpolitikan Sulbar, terutama jika di tarik ke Pilgub 2011, Pileg 2014 dan Pilbup 2013-2015.

“Saya contohkan para Bupati pendukung SDK-Kalma. Hanya Bupati Mateng yang meraih diatas 80% itupun DPT-nya sangat sedikit. Sedangkan akumulasi tiga bupati lainnya di bawah 50%. Sebaliknya, lawan politik bupati tersebut kini tergabung dalam koalisi pendukung ABM-Enny. Jika berpikir sederhana seperti NSI, maka akumulasi kekuatan ABM-Enny di Mamasa adalah 90% lebih, Rizal-Irfan di majene 50% lebih, Polman 70% lebih, ABM-AAS di Matra 50% lebih. Itu belum jika ditambahkan dengan 60% lebih dukungan kursi parlemen Provinsi dan Kabupaten partai pengusung/pendukung ABM-Enny.” Terang Maenunis.

VO Media yang sekaligus juru bicara ketua tim relawan ABM-Enny tersebut, menyebut bahwa NSI tidak memiliki referensi memadai terkait perpolitikan Sulbar.

“Kami maklumi kalau NSI kurang memiliki referensi komprehensif dan memadai terhadap perkembangan serta kondisi kekinian Politik Sulbar. Itu mungkin salah satunya karna NSI tidak cukup instens ke Sulbar. NSI akhirnya terjebak dalam fallacy of composition.” Tutup Maenunis. (*)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.