banner 900x90

Reinterpretasi dan Reaktualisasi Makna Sumpah Pemuda

banner 900x90
Santa

Santa

Oleh: SANTA, S.IP (Aktivis HIPERMAJU)

 

Ada Apa Dengan Makna Sumpah Pemuda?

Latar belakang penulis mengangkat topik ‘’Reinterpretasi dan reaktualisasi makna sumpah pemuda’’, sejujurnya adalah salah satu bentuk dari ekspresi kegelisahan penulis dalam memotret betapa perjalanan spirit sumpah pemuda dewasa ini, terasa nyaris mengalami distorsi sejarah dan disorientasi terhadap latar historis lahirnya sumpah pemuda pada masa itu. Sebetulnya sejarah perjalanan bangsa dalam merebut kemerdekaan adalah sebuah peristiwa sejarah yang sedikit banyaknya melibatkan partisipasi dan kontribusi dari anak-anak muda, anak-anak muda yang memiliki kesadaran berbangsa itu, mempunyai komitmen yang luhur terhadap kondisi hindia belanda waktu itu, yang dalam literatur sejarah dijelaskan bahwa betapa penderitaan rakyat hindia belanda waktu itu berada dalam situasi yang tidak menyenangkan dan bahkan dapat dianggap  telah terjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat tragis.

Adalah sebuah fakta sejarah bahwa Nusantara waktu itu, adalah sebuah wilayah yang secara letak geografis memiliki sumber kekayaan alam yang sangat melimpah ruah, sebagaimana lirik nyanyian lagu koes plus, “Ikan dan udang menghampirimu, tongkat dan batu jadi tanaman’’. Peristiwa sumpah pemuda yang terjadi pada delapan puluh-delapan tahun yang silam (88) adalah satu episode sejarah yang sangat monumental, dikatakan monumental karena, peristiwa ini, lahir dan diukir oleh anak-anak muda. Anak-anak muda tersebut menjadi pelopor lantaran telah mendapatkan suatu nutrisi baru, yang disebut dengan pendidikan. Selain peristiwa sumpah pemuda pada 27-28 Oktobert 1928 tersebut, jauh sebelum itu, sebetulnya ada peristiwa sejarah yang juga sangat monumental yang dipelopori oleh anak-anak muda. Yaitu berdirinya suatu organisasi yang bernama Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang kemudian diperingati menjadi hari kebangkitan nasional. Kulminasi dari peristiwa sejarah pada zaman pergerakan itu adalah berhasilnya Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia.

Latar Belakang dan Cita-cita besar Pemuda

Di dalam kajian literatur sejarah bahwa, sebelum lahirnya kongres pemuda dua atau yang dikenal kerapatan pemuda dua, dimana berhasil mengambil consensus bersama dalam keputusan ikrar pemuda. Sebelumnya pada tahun 1926 diselenggarakan kongres pemuda pertama, dengan tujuan untuk mengajak seluruh organisasi pemuda kala itu, khususnya yang berbasis  kedaerahan seperti, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Sumatera, Pemuda Batavia dan lain-lain, untuk menyatukan visi dengan melakukan fusi kedalam satu organisasi, namun faktanya hingga kongres selesai belum berhasil mengambil keputusan, sehingga ini menjadi cikal bakal diadakannya kerapatan pemuda kedua dimana diketuai oleh Sugondo Djyopuspito yang berlangsung di Jakarta tepatnya pondok para mahasiswa Jong Java pada tanggal 27-28 Oktober 1928, yang pada masanya berhasil merumuskan sebuah consensus ‘’Indonesia Muda’’ dalam bentuk ikrar pemuda yang dikenal sebagai satu komitmen kolektifisme dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Adapun gagasan besar yang ingin dibangun kala itu adalah membangun sebuah gerakan counter ideologi kolonialisme belanda, agar berhenti menghegemoni fikiran kaum bumi putera (penduduk pribumi) dan memecah belah kaum bumi putera untuk tidak bersatu. Dalam konteks ini, penulis menganggap bahwa sebenarnya semangat sumpah pemuda itu ialah sebuah gerakan besar untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah kolonialisme belanda dengan segala bentuknya.

Makna Reinterpretasi dan Reaktualisasi Sumpah Pemuda

Dalam konteks spirit sumpah pemuda dewasa ini atau di abad ke 21 ini, tentu kita harus melakukan penafsiran kembali dalam arti bahwa kita mesti melakukan kontekstualisasi atas semangat sumpah pemuda yang terdiri dalam tiga narasi besar yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Olehnya diharapkan agar segala cara berfikir dan berprilaku seluruh komponen anak muda bangsa dewasa ini, agar tidak menyimpan dan bertentangan dengan semanagat persatuan dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia serta menjadikan pancasila sebagai dasar Negara yang final menuju cita-cita besar founding fadhers yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, ikut melaksanakan ketertiban dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sehingga hemat penulis, pemuda hari ini, mesti mengambil ruang dan peran, serta tanggung jawab yang semakin besar guna melakukan akselerasi pembangunan dalam mengisi dan melunasi janji kebangsaan kita. Salah satu cara adalah pemuda harus menjadi bagian dari sebuah narasi besar ‘’Membangun bangsa’’ dengan melibatkan diri secara langsung dalam ruang-ruang sosial. Tentu dengan segala pilihan dan tanggung jawab serta peran yang sesuai kapasitas dan selera kita, bukan justru menjadi beban sosial atas Negara yang dalam bentuk paling ekstrimnya adalah menjadi bagian dari pelaku kkriminal, koruptor, terorisme dan la-lain.  Wallahu a’lam bissawab. Selamat hari sumpah pemuda yang ke 88. (*)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.