banner 728x90

Bandingkan Harga TBS, Rayu Sambangi Disbun Sulsel

1386 views
banner 728x90
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Dr. Ir. H. Achmar Manring, MS (Kiri) bersama Rayu anggota DPRD Sulbar (kanan)

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Dr. Ir. H. Achmar Manring, MS (Kiri) bersama Rayu anggota DPRD Sulbar (kanan)

Makassar, Katinting.com – Terkait penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sulawesi Barat (Sulbar) yang dianggap tidak transparan dan sangat rendah dibanding daerah lainnya, anggota Komisi II DPRD Sulbar, Rayu, SE., melakukan koordinasi ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), langsung pada Dinas Perkebunan (Disbun).

Menurut Rayu, memilih Sulsel karena dekat sebagai pembanding, meski pun luas kebun Sawit dan jumlah perusahaan tidak lebih banyak dari Sulbar.

“Sulsel saja yang paling dekat itu bisa lebih mahal dari kita di Sulbar, apalagi daerah lain seperti di Kalimantan Timur untuk bulan kemarin (September,red) itu Rp 1.551 sedangkan Sulbar diangka Rp 1.271, sungguh jauh bedanya,” kata Rayu. Jumat (21/10) pagi tadi.

Ini akan memberi gambaran kepada Sulbar, sesungguhnya kita cukup dibodohi oleh perusahaan dalam menetapkan harga kelapa sawit, apalagi mereka (perusahaan kelapa sawit) itu tidak transparan memperlihatkan invoice-nya, “Kita mau dalam proses menentukan harga TBS Sulbar itu rasional, sehingga petani bisa merasakan manfaatnya secara nyata. Kalau kemudian itu bisa dilakukan transparan, oleh pihak perusahaan dan termasuk tim penetapan harga, pasti harganya bisa lebih mahal dari saat ini,” yakin ketua Fraksi PDIP ini.

Sambung Politisi PDI Perjuangan ini, kalau semua mau ikut aturan, sesuai regulasi yang telah dibuat pasti tidak ada polemik, semua pihak harus transparan dalam menetapkan harga TBS, serta berani memberi sanksi kepada pihak-pihak yang mbalelo seperti tegas diatur dalam peraturan gubernur nomor 12 tahun 2016 sebagai turunan dari Permentan.

Olehnya itu, sambung anggota DPRD tiga periode ini, (Kabupaten Matra satu periode, saat ini dua periode DPRD provinsi), meminta semua pihak untuk terbuka, transpran dan patuh terhadap aturan yang telah dibuat secara bersama-sama.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Dr. Ir. H. Achmar Manring, MS mengatakan dalam penetapan harga TBS di Sulsel, itu melibatkan tim penetapan, asosiasi petani, pengusaha sawit dan perguruan tinggi. Dimana kebun dan lokasi kelapa lokasi di Sulsel tersebar di Luwu Utara, Luwu Timur, Sengkang dan Palopo.

Ia mengakui dalam penetapan harga belum secara efektif, namun ia heran jika harga sawit Sulbar lebih rendah di bandingkan Sulbar.

“Harusnya Sulbar bisa lebih mahal, kita disini cuman ada satu perusahaan dan tidak banyak kebun dibandingkan Sulbar,” kata Kadis Perkebunan Sulsel Dr. Ir. H. Achmar Manring, MS. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.