banner 728x90

PSI Sebut ‘Blusukan’ Ala SDK – Kalma, Adalah Cara Mendekatkan Diri Dengan Masyarakat

banner 728x90
Foto SDK saat jalan santai di Kalukku

Foto SDK saat jalan santai di Kalukku

Mamuju, Katinting.com – Pasangan Suhardi Duka (SDK) – Kalma Katta dikenal sebagai duet yang cukup rajin turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan pencalonannya. Ada yang menyebut, model ‘blusukan’ seperti itu merupakan cara cara SDK-Kalma untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.

Adalah Direktur Eksekutif Pedoman Suara Indonesia (PSI), Arif Wicaksono yang mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya, untuk lebih meningkatkan lagi tingkat keterpilihan keduanya jelang Pemilukada Sulawesi Barat, SDK-Kalma memang cukup rajin untuk turun langsung menemui komunitas masyarakat.

“Saya melihat, apa yang dilakukan SDK-Kalma itu adalah cara mereka untuk lebih meningkatkan lagi tingkat elektabilitasnya di Pilkada nanti. Terlebih dengan melihat hasil survei beberapa lembaga survei yang menyebut, turun langsung mensosialisasikan diri adalah salah satu cara tepat untuk semakin menguatkan kecenderungan dipilih oleh masyarakat,” jelas Arif, Selasa (18/10).

Komitmen SDK-Kalma untuk menciptakan pemerintahan yang jauh lebih friendly juga mengharuskan keduanya untuk secara langsung menyentuh setiap persoalan yang ada di masyarakat. Turun langsung menemui masyarakat adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi segenap permasalahan yang dimaksud.

“Apalagi di beberapa kesempatan, Pak SDK khususnya selalu menegaskan untuk ingin menciptakan pemerintahan yang lebih bersahabat. Saya kira, dengan model terjun langsung ke masyarakat adalah metode yang cocok untuk membuat kesan elitis dari para pemimpin itu bisa dibantahkan,” sambungnya.

Kendati demikian, metode ‘blusukan’ ala SDK-Kalma di atas tidak selamanya bisa diandalkan untuk konteks masyarakat Sulawesi Barat. Di mata Arif, kondisi sosiologis masyarakat di Provinsi ke-33 ini juga wajib diperhitungkan, apakah masih pas dengan terjun langsung ke masyarakat, atau perlu menggunakan pendekatan lain.

“Karena ada saja tipikal masyarakat di wilayah tertentu yang justru lebih senang dengan pemimpin tenang atau santai-santai saja dalam menghadapi Pilkada nanti. Ini juga yang harus dipetakan atau diperhitungkan oleh SDK-Kalma. Setidaknya, keduanya tahu di wilayah mana yang pas dengan model turun langsung ke masyarakat, dan wilayah mana yang cocoknya dengan menggunakan pendekatan lainnya,” demikian Arif Wicaksono. (*)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.