banner 728x90

Ombudsman Minta Unsulbar Bertanggung Jawab

648 views
banner 728x90
Kepala perwakilan Ombudsman Sulbar

Kepala perwakilan Ombudsman Sulbar

Katinting.com, Mamuju – Terkait status sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi, Yayasan Universitas Sulawesi Barat,  yang saat ini tidak jelas penyelesaian studinya. Jajaran Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat, akan mengupayakan jalur mediasi duduk bersama antara mahasiswa sebagai korban dengan pihak Yayasan Universitas Sulawesi Barat dan pihak Universitas Negeri Sulawesi Barat, dalam rangka mencari jalan terbaik bagi sejumlah mahasiswa yang saat ini, terkatung-katung.

Dalam mediasi ini yang akan digelar dalam waktu dekat ini, Ombudsman berharap semua Mahasiswa yang diduga menjadi korban hadir dalam pertemuan ini. Sehingga kronologi asal mula persoalan ini, bisa diungkapkan secara detail, dengan harapan bisa menemui jalur penyelesaian dengan cara persuasif.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar, Lukman Umar, S.Pd. M.Si Mengatakan. Terbentuknya Universitas Negeri Sulawesi Barat  tahun 2013 yang lalu. idealnya semua aset Yayasan Universitas Sulawesi Barat beralih dibawah naungan  Universitas Negeri Sulawesi Barat, termasuk Mahasiswa  (30/08).

“Ibarat aset mahasiswa itu adalah bagian dari Aset Yayasan Universitas Sulawesi Barat, yang harusnya beralih menjadi tanggung jawab Universitas Negeri Sulawesi Barat setelah resmi terbentuk, sangat tidak elok ketika ada mahasiswa dari Yayasan Unsulbar yang tidak diakui sebagai Mahasiswa di Universitas Negeri Sulbar, sementara asal-usul Unsulbar dari Yayasan Unsulbar. Kami mengharapkan pihak Unsulbar ikut bertanggung jawab atas nasib sejumlah mahasiswa yang saat ini, terkatung-katung penyelesaian studinya,” ungkap Lukman.

Lanjut Lukman, “Jika persoalan ini tidak menemukan titik terang ditingkat Daerah, kami akan melimpahkan kasus ini ke Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia di tingkat pusat, untuk ditindaklanjuti ke Kementrian terkait, sebab persoalan ini sangat urgen. Bayangkan saja, para mahasiswa selama bertahun-tahun mengikuti proses perkualiahan dengan biaya yang tidak sedikit, harus menelan pil pahit lantaran tidak bisa menyelesaikan studi, akibat buntut dari sengketa oknum yang saat ini terkesan lepas tangan,” tutup Lukman. (HMS)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.