banner 728x90

Habsi Wahid : Nilai Agama Pondasi Rumah Tangga

942 views
banner 728x90
Bupati Menyerahkan Penghargaan kepada pemenang Keluarga Sejahtera

Bupati Menyerahkan Penghargaan kepada pemenang Keluarga Sejahtera

Mamuju, Katinting.com – Menurut Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid, nilai-nilai agama wajib menjadi pondasi dalam setiap rumah tangga. Ketahanan keluarga dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang tangguh dimasa yang akan datang, dan hal tersebut akan tercipta apabila keluarga menerapkan nilai-nilai agama sebagai pondasi.

Hal ini disampaikan oleh Habsi Wahid dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang berlangsung di anjungan Pantai Manakarra, pada Ahad sore, 28 Agustus 2016.

“Dalam setiap rumah tangga perlu adanya ketahanan rumah tangga agar tercipta generasi yang tangguh dimasa yang akan datang. Ketahanan rumah tangga itu tercipta kalau kita ini menanamkan nilai-nilai agama dalam membina keluarga kita sejak dini.” Terangnya.

Selain itu, penanaman nilai sosial dan budaya juga perlu diterapkan saat mendidik anak dalam keluarga. Menurut Habsi, ini dilakukan untuk menghindari generasi muda meniru gaya budaya barat yang pada hakikatnya tidak senilai dengan budaya nusantara.

Sementara itu, Sehubungan dengan peringatan Harganas yang dilaksanakan oleh Kantor Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Mamuju tersebut, dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan, Hj. Masyita Syam, Harganas diperingati sebagai hari lahirnya program KB yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993. Peringatan ini merupakan salah satu kegiatan nasional yang dapat dijadikan sebagai media perenungan untuk membangkitkan kembali kesadaran betapa pentingnya peran keluarga dalam membangun bangsa dan keluarga.

Lebih lanjut Masyita menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan dalam memperingati Harganas dan hari Anak Nasional. Yaitu, penilaian Keluarga Sejahtera dari Kecamatan, pemberian penghargaan kepada anak yang telah mengikuti kongres anak nasional, serta memberikan penghargaan kepada petugas lapangan KB dan Pemberdayaan Perempuan yang telah melaksanakan tugas selama 32 tahun. (Dian Hardianti Lestari)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.