banner 728x90

Husst… !!! Diduga Cetak Sawah Nawacita Jokowi-JK Mangkrak di Salulebbo

banner 728x90
Ilustrasi

Ilustrasi

Mateng, Katinting.com – Harapan dua kelompok tani di Dusun Mambi, Salulebbo, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, bisa mengelola lahan persawahan pasca kebun kakao mereka dimasukan dalam areal cetak sawah baru pada program Nawacita Jokowi-JK di Mateng, ternyata sia sia.

Kesia-siaan itu dikarenakan lahan kebun kakao milik anggota kelompok tani Mambi Jaya dan Tunas Harapan seluas 30 hektar yang rencananya akan dikonversi jadi persawahan, kini hanya porak poranda karena proyek cetak sawah baru mangkrak dan kontraktor pelaksana menyerah melanjutkan pekerjaannya.

Salah seorang perwakilan dari dua kelompok tani itu, Amirullah, mengungkapkan jika kuota luas lahan yang pada percetakan sawah baru itu adalah 50 hektar, tapi yang terealisasi adalah hanya 6 hektar, sehingga selebihnya hanya menyisakan kerusakan pada lahan kebun kakao petani dari dua kelompok tani tadi.

“Jadi ada 30 hektar luasnya kebun kakao kami yang sudah dihancurkan menggunakan eskavator, tapi hingga program itu masa waktu pengerjaannya tuntas, tapi kebun kami sudah porak poranda, sawahpun tak kunjung jadi,” ungkapnya.

Ia membeberkan kalau lahan kebun kakao mereka yang luasnya 30 hektar dan sudah dihancurkan itu adalah milik dari 20 orang petani dari kelompok tani Tunas Harapan dan Mambi Jaya yang sudah dinikmati hasilnya selama ini. Saat ada permintaan kepada mereke penyiapan lahan untuk cetak sawah baru, maka lahan itu diajukan dikonversi jadi sawah.

“Tapi justru membuat kami kesal, sebab dengan dikonversinya jadi sawah kebun kami itu bisa menikmati penghasilan yang cukup, tapi justru kami mengalami kerugian cukup besar, sebab sumber pencaharian kami selama ini malah bukan jadi sawah, melainkan dirusak lalu ditinggalkan,” beber Amirullah.

Atas kondisi itu, pihaknya akan menyampaikan ke DPRD Mateng untuk mendapatkan solusi, sebab pihaknya hanya butuh kepastian jaminan atas lahan kakao mereka yang terlanjur rusak dan tak jadi sawah baru. Sebab lahan itu adalah tempat mereka selama ini menggantungkan hidup.

“Makanya kami mau ke DPRD Mateng menyampaikan persoalan kami ini, agar kami dapat solusi, sebab kami ini solusinya yang kami butuhkan, agar kami kembali bisa memanfaatkan lahan kami itu, rencananya dalam minggu ini juga kami segera ke DPRD,” pungkas Amirullah. (Mahfudz)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.