banner 900x90

Hadirnya Minimarket Butuh Kajian

359 views
banner 900x90

Ilham Zainuddin

Mamuju, Katinting.com – Mantan ketua BPC HIMPI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Ilham Zainuddin menganggap dilematis atas perkembangan minimarket di Mamuju, dilain sisi dianggap dapat memperindah kota, namun sisi lain menutup ruang pedagang klontong.

Itu disampaikan, menanggapi tuntutan unjukrasa Ipmapus tentang pasar modern yang bertumbuh bagai jamur yang disuarakan di DPRD Mamuju, beberapa hari kemarin.

Sambung Ilham yang juga ketua Askonas Sulbar, pasar tradisional kalah bersaing, sehingga banyak pedagang kali lima gulung tikar, sehingga Pemkab Mamuju harus mengkaji izin yang diberikan. Itu juga disampaikan, politisi muda PDI Perjuangan Ado mas’ud saat berdiskusi lepas bersama di Banua cafe Malaqbi yang juga anggota DPRD Mamuju.

“Butuh kajian sosial ekonomi terhadap keberadaan beberapa pasar minimarket di Mamuju, sebab dengan adanya kajian tersebut maka kita mengetahui dampak terhadap masyarakat dengan hadirnya minimarket tersebut. Kajian itu harus berbentuk dokumen dari penelitian perguruan tinggi,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Rory tersebut menawarkan solusi, untuk sementara sebaiknya barang jualan yang harusnya di pasar tradisional, misalnya sayur-sayuran dan ikan-ikan segar, ayam potong tidak perlu dijual di minimarket.

Sambung, itu artinya membuka ruang terhadap pedagang klontongan pasar tradisional, dan solusi lain pembatasan nominal belanja. Anggaplah saja contohnya jika berbelanja 100 ribu ke atas baru di terima pasar modern minimarket dan belanja di bawah 100 ribu di berikan ruang untuk pedagang tradisional klontongan, pantasnya. (Anhar Toribaras)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.