banner 728x90

FPPI Minta Kapolda Sulbar Turun Tangan Terkait Laporan Kasus Penganiayaan Mahasiswa

banner 728x90
Pimpina Kota Mamuju, Yuti

Pimpinan Kota Mamuju, Yuti

Mamuju, Katinting.com – Pimpinan Kota FPPI Mamuju menganggap Polres Mamuju lambat menangani proses laporan kasus pengeroyokan seorang aktifis FPPI Mamuju yang dilakukan oknum anggota Polres Mamuju 21 Mei 2016 lalu dan terkesan mengulur-ulur waktu, sehingga meminta Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto untuk turun tangan mendesak Polres Mamuju untuk mempercepat kasus tersebut dan mengadili para pelaku sesuai hukum pidana dan disiplin yang berlaku.

BACA JUGA http://katinting.com/tindakan-premanisme-9-oknum-polisi/

Menurutnya, berdasarkan surat yang kami terima Nomor : B/274.d/V/2016/Reskrim, tanggal 31 Mei 2016, perihal perkembangan hasil penyidikan tindak pidana penganiayaan itu sampai saat ini belum ada perkembangan selanjutnya, meskipun telah menetapkan 3 tersangka dari 8 yang diperiksa.

“Namun, dalam surat ini (Nomor : B/274.d/V/2016/Reskrim, tanggal 31 Mei 2016) yang menjadi hambatan yang dijelaskan dalam surat tersebut adalah mengenai permintaan hasil visum Et revertum yang belum diterima. Pertanyaan saya apa yang menjadi kendala sehingga hasil  revertum itu sampai saat ini belum diterima oleh penyidik,” kata Yuti, Pimpinan Kota Mamuju.

Sekiranya hal ini mendapat kejelasan, agar tidak kabur dan publik tahu. “Kita ingin belajar dari semua kejadian yang pernah ada, agar tidak ada kesan mengulur waktu dalam prosesnya, serta para pelaku mendapatkan hukuman setimpal, tidak boleh ada pengecualiaan atau pandang bulu, semua orang sama kedudukannya di mata hukum,” pungkasnya.

Kami berharap dengan adanya Kapolda baru kasus kriminalisasi yang ada di Sulbar ini penanganannya lebih cepat dan dapat di atasi agar tidak terjadi lagi hal demikian baik itu terhadap petani, mahasiswa serta masyarakat umum lainnya, imbuhnya. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.