dprd sulawesi barat

Forum PUSPA Sulbar Wujudkan Program Three End

169 views
banner 468x60

Foto bersama Forum Puspa Sulbar dengan Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. (Ft: Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2&KB) Sulawesi Barat, kembali menggelar Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA), selama dua hari, 15-16 November , disalah satu hotel, jalan Yos Sudarso, Mamuju.

Pertemuan tersebut adalah kedua kalinya, dimana sebelumnya pada bulan Oktober kemarin, telah dilaksanakan pembentukan forum Puspa. Sedangkan pada pertemuan kedua ini  peserta forum Puspa membentuk tiga kelompok membahas tentang rencana aksi dan pemantapan rencana aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada 2108 mendatang.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh teman yang di deputi partisipasi masyarakat dari kementerian pemberdayaan perempuan RI, tentunya paling tidak untuk bagaimana mensukseskan program Three End yaitu akhiri kekerasan perempuan dan anak, akhiri trafficking, dan akhiri kesenjangan  perekonomian perempuan,” ujar Hj. Darmawati Ansar, S.Pi, MM, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2&KB) Sulbar.

Ia juga menuturkan kondisi di Sulbar permasalahan tentang perempuan dan anak sangat banyak terjadi. “Pernikahan usia anak itu tertinggi di Sulbar, dan setelah dilihat data, itu kabupaten Mamuju tempatnya. Kita juga ada di tiga besar pekerja anak dan setelah teman-teman memberikan data masuk, tentunya kita melihat, didaerah pesisir pantai data-datanya yang banyak masuk bahwa pekerja anak tertinggi di Sulbar.” Ungkap Darmawati Ansar.

“Selain pekerja anak, baru-baru lagi tim kesehatan, bahwa kita juga tertinggi stunting dan ini terkait tumbuh kembang anak terkait gizi buruk. Ini juga kita akan bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Anak-anak kita yang pengguna narkoba terbesar di Indonesia. Itu sangat memprihatinkan,” ucapnya.

Dengan terbentuknya forum Puspa, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana merasa tidak sendiri untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Sulbar.

“Melalui langkah-langkah forum Puspa yang kita bentuk, kita merasa tidak sendiri, teman-teman yang ada disini, tentunya mungkin ada lembaga riset disini, ada akademisi, tentunya akan membantu saya berfikir bagaimana menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Sulbar.” katanya.

Lanjut Darmawati mengatakan, “Saya juga sudah melakukan pertemuan dengan Dinas terkait seperti dinas sosial, kesehatan, ketahanan pangan, dan dinas pendidikan, ini diprakarsai oleh bidang pengarusutamaan anak.” Tutup Darmawati.

Perlu diketahui Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun (Sumber Internet).

Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana saat penutupan forum PUSPA. (Ft: Zulkifli)

(Zulkifli)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar