Film Maerre’, dari Kalumpang untuk Indonesia

386 views

Dokumentasi film Maerre saat melintasi jembatan gantung. (Zulkifli)

Kalumpang, Katinting.com –  Mengusung tema ‘Kebhinekaan’, Bintang Sembilan Production (BSP) Mamuju, melakukan syuting film di desa Karataun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.

Film yang digarap BSP tersebut, berjudul MAERRE’ yang artinya persatuan, persahabatan, dan juga bisa dikatakan sebagai ikatan yang kuat. “Film yang teman-teman garap ini judulnya Maerre’. Maerre’ ini diangkat dari bahasa lokal di Kabupaten Mamuju, yaitu bahasa Kalumpang, yang artinya persatuan atau persahabatan atau bisa juga dikatakan sebagai ikatan yang kuat,” ujar Ikhawan Wahid, sutradara film Maerre’.

“Nah film ini nantinya kita ikutkan di sebuah lomba yang saat ini kita ikuti, lomba film pendek yang temanya tentang kebhinekaan,” ujarnya.

Ikhwan berujar, melihat kultur dan kehidupan masyarakat kabupaten Mamuju yang berbeda baik dari segi suku, bahasa dan agama, inilah yang membuat sang sutradara tertantang untuk ikut dalam lomba film pendek tingkat nasional.

“Kita ingin menyampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia, karena filmnya levelnya nasional, bahwa daerah Mamuju ini, kalau mau melihat potret kebhinekaan atau potret keberagamaan disinilah tempatnya. Hampir semua suku dan agama yang ada di Indonesia ada di Kabupaten Mamuju. Sehingga inilah yang kemudian yang menantang kami untuk membuat film ini untuk menunjukkan keberagamaan yang kita miliki di Kabupaten Mamuju,” ujarnya.

Terkait tentang lokasi film yang ditempatkan di kecamatan Kalumpang, Sutradara Film Maerre’ mengatakan, “Film ini ceritanya mengangkat soal perbedaan keyakinan antara Islam dan kristen. dan kita tahu betul bahwa di Kalumpang mayoritas penduduknya beragama kristen sehingga daerah ini menjadi sebuah pilihan lokasi syuting yang tepat karena kita ingin mengangkat perbedaan agama ini atau kita ingin membuat sebuah cerita tentang Islam dan kristen,” ungkapnya.

Dalam isi cerita film Maerre’ tersebut, selain menceritakan tentang dua agama yakni Islam dan Kristen, juga mengangkat cerita tentang kebudayaan yang ada di Kalumpang.

“Kita juga ingin mengangkat kebudayaan yang ada dikabupaten Mamuju. Kita tahu betul bahwa Kalumpang ini adalah salah satu daerah yang memiliki warisan kebudayaan atau warisan sejarah lokal yang sangat kuat. Inilah yang kemudian kita tuangkan dalam cerita khususnya soal tenunan sekomandi. Kalumpang memiliki kebudayaan yang sangat kuat.” Ucap pria yang akrab disapa Iwhe.

Synopsis dalam film Maerre’ ini, bercerita tentang seorang guru yang ditempatkan disalah satu desa di Kecamatan Kalumpang yang mayoritas penduduknya beragama kristen, sedangkan guru tersebut adalah seorang muslim yang taat.

Dalam cerita tersebut, terjadi problematika keagamaan antara guru dan masyarakat setempat, juga kepada muridnya dikarenakan adanya perbedaan keyakinan. Perbedaan keyakinan tersebut, akhirnya dipersatukan oleh kebudayaan yang ada di Kalumpang atau di Mamuju.

“Hasil dari film ini kita dedikasikan untuk seluruh perbedaan atau keberagamaan yang ada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan tentunya kita persembahkan untuk Indonesia.

Adapun yang terlibat dalam pembuatan Film Maerre’ ini, yakni Bintang Sembilan Production, Mahasiswa, dan juga para siswa-siswi SD yang ada di Desa Karataun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.

Dokumentasi film Maerre. (Zulkifli)

(Zulkifli)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar