banner 728x90

Dugaan Makelar Kasus, 4 Oknum LSM Dibekuk Polres Majene

Polres Majene saat menggelar konferensi pers terkait kasus oknum LSM. (Dok. Humas Polda Sulbar)

Majene, Katinting.com – Polres Majene berhasil mengamankan empat orang oknum LSM yang di duga melawan hukum, terkait pidana korupsi yang ada di Desa Bababulo, Kabupaten Majene.

Terkait hal tersebut, disampaikan langsung oleh Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, SIK, M.Si., didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Arief Setiawan, SH, SIK dan Kasi Propam Polres Majene Ipda Abd. Rajab pada konferensi pers Selasa kemarin, 17 Desember 2019.



Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji menjelaskan kronologis kejadian, dimana sekitar bulan Juni 2019 Unit Tipidkor Polres Majene melakukan penyidikan tindak pidana korupsi pengelolaan ADD dan Dana Desa pada Desa Bababulo tahun anggaran 2018 yang diduga dilakukan oleh perangkat desa.

Kemudian ada beberapa anggota LSM yang bergerak dibidang pengawasan Tipidkor menawarkan jasa untuk menyelesaikan kasus korupsi tersebut, sehingga terjadi beberapa kali pertemuan antara perangkat desa dengan oknum anggota LSM disejumlah tempat untuk membahas proses penyidikan yang dilakukan unit Tipidkor Polres Majene dan cara menyelesaikan atau memberhentikan penyidikan kasus tersebut.

Kemudian, sekira bulan Agustus oknum LSM tesebut meminta uang kepada perangkat Desa Bababulo senilai 200 juta dengan alasan untuk biaya penyelesaian kasus tersebut. Kemudian Perangkat Desa Bababulo menyerahkan uang tunai senilai Rp. 199.850.000,- kepada oknum LSM disebuah halte yang ada didalam kota Majene.

Sambung kata AKBP Irawan Banuaji, dari hasil penyidikan oknum LSM diduga kuat melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang melanggar hukum untuk merintangi, menghalangi atau menggagalkan penyidikan tindak pidana korupsi Pengelolaan ADD dan DD pada Desa Bababulo Tahun Anggaran 2018 yang ditangani oleh Unit Tipidkor Sat. Reskrim Polres Majene.

Contoh salah satu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum LSM tersebut seperti memerintahkan beberapa saksi dalam kasus korupsi pengelolaan ADD, dan DD TA 2018 untuk tidak menghadiri penggilan pemeriksaan penyidik, itu terkuat saat salah seorang saksi menyatakan bahwa alasan tidak menghadiri panggilan penyidik karena atas perintah oknum anggota LSM yang mengakibatkan penyidik sulit menemukan bukti-bukti. Terang Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji.

“Masih ada beberapa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum LSM tersebut dan penyidik juga masih terus mencari fakta-fakta baru memalui penyidikan yang masih berlangsung,” imbuhnya.

Ke empat tersangka oknum LSM tersebut berinisial S (48 tahun) warga lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, A (44 tahun) warga lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, S (29 tahun) warga lingkungan Paleo, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae dan N (36 tahun) tenaga honorer dinas kesehatan Kabupaten Majene, warga lingkungan lembang, kecamatan Banggae Timur, Majene.

Atas tindakannya melawan hukum para tersangka dijerat Pasal 21 Jo pasal 15 UU No. 31 tahun 199 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 Jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara minimal 3 tahun maksimal 7 tahun dan denda paling sedikit Rp. 150 juta paling banyak Rp. 600 Juta. tegasnya.

Penulis : Humas Polda Sulbar
Edit : Anhar

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dugaan Makelar Kasus, 4 Oknum LSM Dibekuk Polres Majene"