banner 728x90

DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah

banner 728x90

IMG_20160321_163931_edit

Katinting.com, Mamuju – Sebagai Ormas Islam yang bergerak dibidang Dakwah, Pendidikan dan Kaderisasi, DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, melaksanakan kegiatan Daurah Janaiz atau pelatihan penyelenggaraan jenazah yang dipusatkan di Masjid Al Ihsan Mamuju, Minggu kemarin (20/03) yang dihadiri sejumlah kader dan simpatisan yang bertujuan untuk melahirkan kader-kader yang siap diterjunkan  ditengah masyarakat dalam hal pelayanan penyelenggaraan jenazah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Ustadz Fajaruddin Mengatakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan  dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan para peserta,  yang umumnya di ikuti oleh kader wahdah islamiyah, dalam hal penyelenggaraan jenazah dan kedepan dapat diaplikasikan ditengah masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengurusi amanah ummat, sebagaimana yang terkandung dalam Visi Misi dan AD/ART Wahdah Islamiyah.

“Daurah janaiz ini, adalah pembekalan setiap kader wahdah islamiyah, agar memahami tata cara penyelenggaraan jenazah, mulai dari tata cara memandikan jenazah, mengkafani, mensholatkan hingga pada proses pemakaman, hal itu dilakukan karena penyelenggaraan jenazah itu, bukan hanya tanggung jawab pihak tertentu saja, meski ia masuk kategori fardu kifayah, tapi setiap muslim idelanya mengetahui tata cara menyelenggarakan jenazah dengan baik dan benar,” tuturnya.

Fajaruddin, juga berpesan agar setiap kegiatan dakwah yang laksanakan, harus ada evaluasi untuk mengukur keberhasilan dan manfaat program yang dilaksanakan, baik kepada lembaga dan masyarakat secara umum. Utamanya peningkatan kompetensi kader, sebab roda organisasi akan berjalan maksimal jika ditunjang kader yang memadai dan mumpuni.

“Setelah kegiatan ini, harus ada evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan program kerja yang dilaksanakan, termasuk pembentukan tim yang nantinya akan  diterjunkan ke masyarakat jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan (musibah kematian), baik di internal keluarga besar Wahdah Islamiyah Mamuju dan masyarakat Mamuju pada umumnya,” tutup Fajaruddin. (Ali Akbar)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.