banner 728x90

Dorong Petani Beru-beru jadi Penghasil Cabai dan Bawang Merah

banner 728x90

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sulbar, Suhardi Duka saat membawakan sambutannya pada Bimtek Holtikultura di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju.

Mamuju, Katinting.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Dapil Sulbar, Suhardi Duka bekerjasama dengan Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Kamis (21/10/21).

Tema dalam Bimtek itu ialah mendukung percepatan usaha petani sebagai penggerak ekonomi rumah tangga Holtikultura dihadiri sekira 80 peserta.

Kepala Dinas Pertanian Mamuju, Sofyan mewakili Bupati Mamuju menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Suhardi Duka atas perhatiannya kepada petani.

Dia menuturkan, di Kabupaten Mamuju komuditas tanaman holtikultura seperti aneka cabai dan bawang merah di Kabupaten Mamuju cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik

“Potensi lokal yang cukup menjanjikan. Tinggal bagaimana kita siapkan penangkaran benihnya. Itulah yang perlu diintervensi supaya bisa dikembangkan. Tinggalkan bagaimana managemen  dan dukungan sarana-prasarana,” kata Kadis Pertanian Mamuju.

Katanya dua komuditas sayuran itu sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah. Olehnya harus ditingkatkan lagi luar arealnya serta produksi dan produktivitas dapat memenuhi kebutuhan daerah.

Dia menyampaikan, yang menjadi Kendala petani dua komuditas tersebut adalah belum adanya penangkaran benih. Penangkar benih sangat dibutuhkan untuk menghasilkan benih yang unggul.

“Kemudian termasuk bantuan sarana prasarana lainnya seperti alsintan dan benih unggul itu yang perlu kita perhatikan serta akses terhadap permodalan,” sebutnya.

Sofyan menuturkan, di di Dusun Babalalang, Desa Beru-beru berpotensi untuk pengembangan bawang merah. Disana, kurang lebih 10 hektare bawang merah. Ditahun 2022 mendatang pemerintah akan mengintervensi untuk bantuan benihnya.

“Karena rencana mau dijadikan penangkaran benih dalam kawasan Holtikultura khusus bawang merah. Dan 10 hektare lainnya untuk tanaman cabai,” sebutnya.

Perwakilan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Kurnia Nur melaporkan, atas kerjasama dengan Komisi IV DPR RI, saat ini pihaknya melakukan dropping sebanyak 5 hektar cabe dan 30 hektar bawang merah.

“Semoga apa yang menjadi hasil kerjasama ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan menambah wawasan bagaimana berbudidaya holtikultura untuk bisa menjadi penambah ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Anggota komisi IV DPR RI, Suhardi Duka mengungkapkan dirinya berhenti memikirkan agar bagaimana petani bisa sejahtera. Katanya,  jika pasarnya bagus dan petani pinta memilih tanaman bagus, maka petani Mamuju bisa lebh sejahtera dibandingkan petani di Jawa.

“Jadi setiap tahunnya kitaa akan upayakan mengatasi hambatannya. Sektor pangan akan kita penuhi. Holtikultura menjadi salah satu andalan kita karena jauh lebih produktif. Karena dia jangka pendek. Pasarnya bagus, insyaallah bagus,” sebutnya.

Suhardi Duka menyampaikan, dirinya akan menjadikan Babalalang menjadi kawasan tanaman anekah cabai dan bawang merah. Ia akan memenuhi semua sarana dan prasarana nya asalkan dua komuditas tersebut tidak diganti dengan komuditas lainnya.

“Saya ingin di Mamuju ada kawasan Holtikultura yang bisa dibanggakan didaerah lain. Saya akan lengkapi dia punya alsintan. Untuk 2022 mesin apa yang dibutuhkan kita akan siapkan. Dengan demikian tanaman holtikultura lebih higienis,” tutup SDK.

(Zulkifli)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dorong Petani Beru-beru jadi Penghasil Cabai dan Bawang Merah"