Diduga Korban Hipnotis, Uang Warga Tubo Raib 77 Juta

466 views

Foto Khaeruddin saat menceritakan kejadiannya pada jurnalias Katinting.com. (Iqbal)

Majene, Katinting.com – Warga Desa Tube, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, diduga menjadi korban hipnotis, yang mengakibatkan uangnya raib Rp. 77 juta di rekening banknya.

Khaeruddin berumur sekira 50 tahun yang menjadi korban, menuturkan kisahnya, pada hari Selasa (8/5), sekira 11.00 Wita ia keluar dari salah satu rumah makan di kota Majene untuk selanjutnya ke toko elektronik ingin membeli kipas angin.

Saat keluar seseorang telah menunggu diatas motornya, yang berlagak kenal, percakapan perkenalan pun terjadi. Saat keduanya bercerita tiba-tiba seseorang datang menanyakan alamat dan mengaku sebagai paranormal bisa menyembuhkan penyakit.

Percakapan antara yang baru datang menanyakan alamat dan yang diatas motor terjadi, soal kemampuannya menyembuhkan orang yang sudah enam tahun tidak bisa berjalan dan mengaku berhasil mengobatinya dengan doa-doa.

Sambung Khaeruddin menceritakan, percakapan keduanya pun mengaku bisa mendoakan uang agar berkah.

Khaeruddin kemudian terpancing dengan percakapan kedua orang yang baru ia ketahui. Khaeruddin menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu tangannya keseleo dan ingin disembuhkan, pun kemudian tangannya diraih untuk dielus-elus.

Lanjut Khaeruddin menceritakan kepada jurnalis Katinting.com, bahwa yang mengaku paranormal juga mampu mendoakan agar ATM berkah asal tahu nomor pin ATM-nya.

Pun Khaeruddin ditawarkan, dan kemudian tanpa pikir panjang mengeluarkan ATM untuk di-doa-kan berharap agar berkah.

Sehari kemudian setelah kejadian tersebut, Rabu (9/5), Khaeruddin sadar dan bercerita kepada teman sekantornya di KUA Kecamatan Tubo Sendana, dan diduga Khaeruddin telah menjadi korban hipnotis.

Sebab, saat ia mengecek nilai uang tabungannya di ATM terdekat yakni Pelattoang, ATM-nya tidak bisa digunakan. Ia pun melaporkan atas kejanggalan tersebut dipihak bank dan diketahui saldonya telah raib Rp. 77 juta, yang diduga ATM-nya telah ditukar sehari sebelumnya.

Khaeruddin pun diminta untuk melapor ke Polres, namun ia belum melapor hal tersebut karena menganggap tidak ada bukti.

Semoga hal tersebut menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu berhati-hati dan waspada.

(Iqbal)

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.