Cendikia Muda Kabupaten Pasangkayu Harumkan Bangsa

170 views

Restuan Lubis (kanan) Bersama Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Musawir Aziz Isham. (Arham)

Pasangkayu, Katinting.com – Selangkah lagi inovator muda Indonesia asal Lingkungan Samonu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Restuan Lubis akan menggapai cita mulia untuk melanjutkan pendidikan S3 di salah satu perguruan tinggi di London, Inggris.

Kampus ini dianggap sebagai salah satu universitas paling bergengsi di dunia dan merupakan lembaga pendidikan tinggi terbesar di London. Universitas ini juga merupakan institusi pascasarjana terbesar di Inggris.

Sempat terseok karena biaya, akhirnya Restuan kini bernafas legah. Pasalnya, ia mendapat beasiswa dari pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan dan perguruan tinggi sekira Rp 18 miliar selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Saat ditemui di kantor DPRD Pasangkayu, ia menjelaskan masih mengalami sedikit hambatan. “Sedikit tersandung biaya, sebab pengurusan visa membutuhkan sedikitnya 50-an juta rupiah. Sehingga, saya pun harus putar otak untuk mencari biaya dengan cara menggalang dana dari berbagai pihak termasuk kepada pemerintah daerah dan perusahaan swasta yang ada di Pasangkayu,” jelasnya.

Cendekia muda lulusan farmasi ini berulangkali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui penemuan baru dalam dunia sains yang dilakukan selama kuliah di UMI Makassar.

Sederet penghargaan level dunia pernah diraih pemuda genius kelahiran Campalagian (Polewali Mandar) 25 tahun silam ini. Di antaranya, menyabet medali emas dengan inovasi obat diabetes dalam bentuk permen pada kompetisi ilmiah yang diselenggarakan di China dan diikuti peserta dari seluruh duania pada tahun 2014 lalu.

Bersama temannya, Aprilia Fatma Ely, ia pun pernah mengikuti ajang yang sama mewakili Indonesia dalam Kaohsiung International invention Exhibition (KIIE) 2014 di Taiwan.

Dan yang terakhir, alumni SD Masimbu (Baras) dan menamatkan sekolah di SMP dan SMA 1 Pasangkayu ini berhasil mempresentasikan tentang temuannya berupa senyawa untuk obat anti kanker payudara dalam pagelaran simposium karya ilmiah yang dilaksanakan di London, Inggris pada 2016.

Selain itu, ia juga berhasil menemukan aplikasi android untuk membantu penderita kanker payudara dan pengelolaan limbah tuak (air nira) menjadi bahan bioetanol.

Karena prestasinya itu, ia mendapat tawaran beasiswa dan bebas testing dari berbagai perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Universitas Notingham dan Univeristas Manchester, namun ia memilih Universitas College London. Bahkan seusai testing, oleh tim penilai ia malah langsung ditawarkan S3 tanpa mengikuti jenjang S2.

Wakil ketua DPRD Pasangkayu Musawir Aziz Isham mengaku akan membantu semampunya. Karena, ia menilai berapapun jumlahnya, setidaknya bisa meringankan beban Restuan Lubis.

“Restuan itu sudah mengharumkan nama daerah dan bangsa. Jadi patut kiranya kita semua memberikan apresiasi berupa bantuan biaya dan doa karena ia merupakan aset paling berharga bagi daerah,” cetus Musawir.

(Arham Bustaman)

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.