Cangkang Sawit di Ekspor Melalui Pelabuhan Belang-belang Mamuju

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris saat menyaksikan ekspor perdana cangkang sawit di Pelabuhan Belang-belang Mamuju. (Foto Ilham)

Mamuju, Katinting.com – Surat persetujuan berlayar diberikan kepada Nahkoda MV. Hayabusa untuk Ekspor Charchoal (Cangkang Sawit) perdana di Pelabuhan Belang-Belang Kabupaten Mamuju, sebanyak 8.500 Metrik Ton (M/T) ke Jepang. Senin, (21/1).

Surat tugas diberikan Pemprov Sulbar melalui Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada para pelaku usaha didunia Transportasi melalui Pelabuhan Belang-Belang.

“Rasa bangga dan apresiasi hasil yang dilakukan kerjasama oleh Perusahaan antara pengelola Charchoal (Cangkang Sawit) dan akhirnya kita bisa lakukan Ekspor perdana di Pemerintahan  Sulbar di Pelabuhan Belang-Belang ini. Ekspor Cangkang ini adalah sebagai alternatif bahan bakar yang disejumlah Negara jadi favorit dan Sulbar ke depan, peluang yang besar untuk menjadi komunikas ekspor  yang handal,” kata Idris.

“Jangan hanya cangkang Sawit saja yang kita eskpor, tetapi komoditas lainnya juga kita dorong untuk ekspor,” tambah Sekprov.

Masih kata Idris, dulunya, cangkang hanyalah sampah dalam perkebunan, yang dibuang begitu saja, dan tidak punya nilai sama sekali. Sekarang sudah bisa menjadi Rupiah bahkan Dollar di dunia Perdagangan Internasional. Perusahaan yang bekerjasama untuk mengekspor, baru satu Perusahaan yaitu PT. Jambi Energi dan diharapkan kepada Perusahan-perusahaan lainnya juga dapat mengekspor.

“Dengan adanya Pelabuhan Belang-Belang ini, diharapkan sebagai urat nadi transportasi di laut Sulbar baik secara pelayaran Nasional bahkan Pelayaran Internasional (Internasional Voyage),” harap Sekprov Sulbar.

Kepala Kantor Pelabuhan Kelas II Belang-Belang, Kapten Kristina Anthon menjelaskan bahwa, letak geografis Pelabuhan Belang-Belang berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang di lalui pelayaran-pelayaran baik Nasional maupun Internasional.

“Pelabuhan Belang-Belang sangat terbuka kepada pelaku usaha laut transportasi. Kami berharap kepada pelaku usaha yang menggunakan transportasi laut dapat termotivasi untuk menggunakan fasilitas yang ada,” ujarnya.

Pelabuhan Belang-Belang telah naik kelas dengan adanya PN 77 Tahun 2018, dari Kelas III menjadi Kelas II. Pelabuhan Belang-Belang juga memiliki tiga Dermaga dengan kedalaman kurang lebih 12 Meter langsung ke selat Makassar.

“Kami berharap dengan hadirnya Pelabuhan Belang-Belang dapat mensupport pembangunan Sulbar, dimana Pelabuhan Belang-Belang merupakan pintu laut untuk ke Sulbar,” pungkasnya.

Direktur PT. Jambi Energi, Djujun Darusalam yang diwakili Lestari mengatakan, sangat berterima kasih untuk Pelabuhan Belang-Belang yang telah memfasilitasi, sehingga ekspor bisa berjalan lancar baik dari awak kapal sampai Nahkoda kapal, dan loadingnya pun sangat berjalan lancar.

Selain Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Kepala Kantor Pelabuhan Kelas II Belang-Belang, Kapten Kristina Anthon, Direktur PT. Jambi Energi, Djujun Darusalam yang diwakili Lestari, Nahkoda MV. Hayabusa, juga turut hadir Kepala Lanal Mamuju, Letkol. Siangka, dari Dinas Perhubungan, dari Polda Sulbar, TNI, serta undangan lainnya.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris saat menyaksikan ekspor perdana cangkang sawit di Pelabuhan Belang-belang Mamuju. (Foto Ilham)

(ADV/Ilham/Zulkifli)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan