banner 728x90

Ayah Tinggalkan Keluarga, Jefrianto Memprihatinkan Di RS Regional Mamuju

banner 728x90

Jefrianto terbaring di RS Rigional Mamuju

Jefrianto terbaring di RS Rigional Mamuju


Katinting.com, Mamuju – Jefrianto (18) warga Dusun Bakeng, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa yang berasal dari keluarga kurang mampu, kini dirawat di RS Regional Mamuju.

Kondisinya sangat memprihatinkan, dari luka bekas operasi selalu mengeluarkan cairan berwarna kekuningan.

Hingga kini Jefrianto, ditemani ibu dan adiknya, sudah seminggu dirawat diruang bedah RS Regional Mamuju, dengan luka parah.

Ibu Jefrianto menceritakan kronoligis sampai anaknya kembali di rawat di RS. Pada Bulan November 2015 silam, Jefrianto dilarikan ke Puskesmas Tabulahan karena menderita penyakit usus buntu.
Sampai di Puskesmas Tabulahan, ia langsung dirujuk ke RS Regional, untuk dioperasi.

“Jefrianto dioperasi pada bulan November, dan sempat dirawat selama tiga minggu di Regional , dan pulang ke Lakahang dengan bekas operasi yang sudah kering,” ungkap Hesti ibu Jefrianto.

Namun sampai di Lakahang, sekitar satu bulan pasca operasi, tiba-tiba luka bekas operasi membengkak dan mengeluarkan cairan putih. Setelah di bawah Kepuskesmas, maka pihak Puskesmas Tabulahan merujukan kembali Rumah Sakit Regional Mamuju untuk melakukan perawatan.

“Kami sudah satu minggu disini tapi belum juga kering. Bahkan sekarang sudah mengeluarkan cairan kekuning-kuningan,” kata Hesti.

Kondisi yang memprihatinkan dan menyedihkan tersebut, dengan segala keterbatasan, Maksi, ayah Jefrianto telah berangkat ke Kalimantan mencari kerja demi memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya di Mamuju.

“Bapaknya terpaksa meninggalkan kami di Rumah Sakit, untuk ke Kalimantan mencari kerja demi biaya hidup selama di Rumah Sakit,” tutur Hesti.

Meskipun Jefrianto mendapat tanggungan kesehatan dari BPJS, namun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Hesti hanya mengandalkan 3.000 rupiah perhari menyewa memasak di kantin RS. (Nisan P)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.