banner 728x90

Antisipasi Terbatasnya Alokasi Pupuk Urea Bersubsidi, Pupuk Kaltim Siapkan Non Subsidi

banner 728x90

Pupuk Kaltim Siapkan pupuk urea non subsidi untuk Sulbar. (Dok. Istimewa)

Mamuju, Katinting.com Selain menyiapkan 2.267 ton pupuk urea bersubsidi untuk petani Sulbar, Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) juga telah menyiapkan ketersediaan stok pupuk urea non subsidi dengan merek “Daun Buah”.

Hal ini untuk menjaga kebutuhan pupuk bagi petani di provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pupuk urea non subsidi ini akan tersedia di setiap distributor dan kios resmi.

Baca2.267 Ton Pupuk Urea Bersubsidi Siap untuk Petani Sulbar

Account Executive (AE) Pemasaran Wilayah Sulbar, Rukamto mengatakan, kandungan Nitrogen pada pupuk Urea dan NPK sangat diperlukan oleh setiap tanaman, khususnya pada masa pertumbuhan.

“Zat Nitrogen juga bisa membantu metabolisme tanaman, mempercepat pertumbuhan dan perkembangan cabang, jumlah anakan dan membuat daun menjadi lebih segar, hijau dan rimbun,” kata Rukamto dalam rilis yang diterima Katinting.com, Selasa (21/7).

Katanya, sejauh ini, pupuk Urea subsidi merupakan satu-satunya pupuk yang dapat menunjang kebutuhan Nitrogen untuk petani di Sulbar. Namun untuk mengantisipasi terbatasnya alokasi pupuk Urea subsidi nasional, maka Pupuk Kaltim telah menyiapkan pupuk Urea Daun Buah non subsidi sebagai alternatif.

“Kami berharap dengan adanya ketersediaan pupuk Urea Daun Buah non subsidi di setiap distributor dan kios resmi, bisa membantu petani untuk mencukupi kebutuhan pupuk,” ujar Rukamto.

Rukamto juga menjelaskan untuk memperoleh pupuk Urea Daun Buah non subsidi, tidak sama dengan cara memperoleh pupuk Urea subsidi. “Pupuk Urea non subsidi itu dijual secara bebas, beda dengan pupuk Urea subsidi yang sudah ada regulasinya,” jelas Rukamto.

Sesuai Permentan Nomor 10 Tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus menggunakan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) serta memperhatikan kuota atau alokasi yang telah ditetapkan di setiap daerah. “Penyaluran pupuk, khususnya subsidi, harus berdasarkan ketentuan yang berlaku, tidak hanya E-RDKK tapi SK Alokasi di setiap kabupaten juga harus ada. Kami tidak bisa menyalurkan kalau alokasinya tidak ada atau habis,” jelas Rukamto.

Sejauh ini, total kios resmi Pupuk Kaltim di Sulbar sebanyak 120 kios. “Untuk setiap kios, kami siapkan pupuk non subsidi minimal 500 Kg dan itu merupakan stok minimum,” terang Rukamto.

Dengan adanya ketentuan stok minimum 500 Kg, kebutuhan petani terhadap pupuk Urea non subsidi bisa tercukupi. Dari sisi kemasan pun bervariatif, mulai dari kemasan kantong 50 Kg, 20 Kg hingga 5 Kg.

Selain itu, dari segi mutu tidak perlu diragukan lagi, karena pupuk Urea Daun Buah non subsidi memiliki standar internasional, telah bersertifikat SNI dan sering diekspor ke luar negeri. Pola pemberian subsidi pupuk di negara luar sedikit berbeda jika dibandingkan di Indonesia. “Di Indonesia, petani masih banyak yang mengandalkan pupuk subsidi sebagai solusi pemupukan untuk tanaman,” ungkap Rukamto.

Rukamto juga menegaskan bahwa salah satu faktor peningkatan produktifitas tidak hanya dari penggunaan pupuk, tapi juga dari metode pengelolaan lahan dan pemilihan benih, hingga pola waktu pemberian pestisida yang tepat. Banyaknya faktor yang mempengarui produktifitas tanaman menuntut agar petani benar-benar paham akan hal tersebut.

Pupuk Kaltim juga mempunyai tenaga lapangan yang handal untuk setiap kabupaten di Sulbar. Tenaga lapangan ini siap untuk memberikan arahan dan masukan terkait penggunaan pupuk yang tepat.

Tenaga lapangan sudah sering membantu pengawasan dalam penyaluran pupuk Urea bersubsidi di provinsi Sulawesi Barat, sehingga pengalaman mereka dalam penggunaan pupuk tidak diragukan lagi.

“Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga lapangan kami. Mereka siap untuk membantu petani karena mereka memang ditugaskan untuk itu,” tutup Rukamto. (Rls/Zul)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Antisipasi Terbatasnya Alokasi Pupuk Urea Bersubsidi, Pupuk Kaltim Siapkan Non Subsidi"