banner 728x90

Anggota DPRD Bosan RDP Soal Covid-19, Sekda Butuh Sharing

banner 728x90

Suasaana RDP Antara DPRD Pasangkayu Dengan Tim Gugus Covid-19

Pasangkayu, Katinting.com – Rapat dengar pendapat antara DPRD Pasangkayu dan tim gugus covid-19 Pasangkayu, Sulawesi Barat kembali dilakukan untuk kesekian kali, Selasa, 28 April 2020.

Saking sering RDP, hingga Andi Yusuf, salah satu anggota DPRD Pasangkayu menyebut dirinya sudah bosan RDP dan mulai malas membahas. Pasalnya, kinerja tim gugus dinilai tidak efektif.

Bahkan ia menuding, pelaksanaan di lapangan tidak sesuai petunjuk tekhnis seperti di daerah lain yang melakukan jemput paksa terhadap pasien yang tejangkit corona.

RDP ini berlangsung di gedung DPRD Pasangkayu. Sejumlah  pertanyaan disampaiakan para anggota DPRD seputar penanganan dan pencegahan virus corona yang kini menjadi kemelut hampir tiap daerah di Indonesia.

Setelah mendapat informasi, ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty menyayangkan PDP positif corona yang duduga dipulangkan dari RSUD Ako.

Berdasarkan juknis tim covid-19 pusat, lanjut Alwiaty, seharusnya PDP yang dinyatakan positif hasil tes swab, itu semestinya dirawat di rumah sakit dan tidak diizinkan pulang.

Karena isolasi mandiri di rumah, menurut Alwiaty, itu tidak menjamin PDP positif virus corona tidak menularkan ke orang lain di sekitar. Malah justru itu yang dikhawatirkan.

Penanganan corona, sebut Herman Yunus, merupakan murni karena kemanusiaan yang harus dilakukan secara manusiawi, bukan dilakukan karena tendensi politik.

Anggota DPRD Pasangkayu itu melihat, penanganan kasus corona di daerah ini belum maksimal, sebab tidak memiliki skenario pelaksanaan.

Hingga progres penangananpun, ia pertanyakan. Termasuk dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia mendesak pemda hadir dan tidak lepas tangan terhadap pasien yang diisolasi. Justru, anggaran direalokasikan untuk membantu warga.

Agar penyebaran virus corona, lanjut Herman, dibutuhkan keseriusan agar bisa menghambat. Salah satunya, pemanfaatan ruang isolasi, bukan hanya menjadi pajangan.

Sedang Saifuddin Andi Baso mengatakan, penanganan PDP yang positif corona yang diisolasi mandiri, itu menimbukan efek sosial terhadap keluarga. Karena, terkucilkan di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Pasangkayu dari Golkar itu juga mengingatkan pemda dan khususnya tim gugus, agar segera mengantisipasi lonjakan status PDP dalam kurung waktu tak terlalu lama sudah terjadi lima kasus PDP positif. Pasalnya, dikhawatirakn daerah ini akan menjadi zona merah.

Nasruddin, anggota DPRD Pasangkayu berharap tim gugus tidak saling lempar kesalahan satu sama lain antar OPD, seperti yang terjadi sebelumnya.

Ia juga menyorot ketidakhadiran sejumlah OPD dan forkopimda yang tergabung dalam tim ini sebagai satu kesatuan dalam penanganan kasus corona.

Dia mengiginkan, komunikasi terbangun dan koordinasi terpadu antar tim gugus daerah hingga tingkat desa. Ini dimaksudkan untuk menghindari dilema di masyarakat.

Sekretaris tim gugus, Firman menjelaskan bahwa pemda ataupun tim gugus sudah bekerja sesuai protap (prosedur dan ketetapan) tiap kasus. Karena, penanganan itu bersifat kasuistik.

“Pemda ataupun tim gugus cukup serius dalam penanganan. Kalau masih ada yang kurang, itu pasti. Karena tak mungkin dilakukan hingga grassroot (akar rumput atau tingkat paling bawah),” jelas sekda Pasangkayu itu.

Bahkan, dia terkadang begadang hingga dini hari hanya untuk memantau kerja-kerja tim melalui grup jaring sosial. Itu sebagai wujud keseriusan, bahkan saat ia masih menjabat ketua tim sebelum digantikan bupati.

Sesuai juknis sebelumnya, isolasi dilakukan di rumah sakit, jawab Firman, tapi sekarang berubah dan bisa dilakukan di rumah. Selain rumah sakit, tim gugus juga menyiapkan rumah bantuan nelayan sebagai ruang isolasi.

Diakui, masih ada pasien tidak koperatif dan sosialisasi juga masih kurang. Itu disebabkan tingkat pemahaman masyarakat beragam mengenai informasi corona.

Soal RDP sebelumnya, ia mengaku bukan tak bermanfaat melainkan banyak memberikan masukan kepada tim untuk meningkatkan kinerja. Karena itu, tim gugus menginginkan RDP bisa berbagi informasi antara tim dan DPRD.

Tak tanggung, terkait refocusing anggaran, pemda menyiapkan puluhan miliar untuk penanganan covid-19 di Pasangkayu saat laporan ke kemendagri dan kemenkeu belum lama ini.

Berikut rinciannya, Rp32 miliar untuk penaganan covid-19, dana perimbangan Rp63 miliar, dan bagi hasil provinsi sekira Rp7 milar dan PAD berkurang Rp3 miliar.

Arham Bustaman

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Anggota DPRD Bosan RDP Soal Covid-19, Sekda Butuh Sharing"