banner 728x90

Andi Bau Akram DAI Teruskan Eksistensi Kerajaan Mamuju

banner 728x90

Andi Bau Akram DAI dikukuhkan menjadi Raja Mamuju. (Dok. Sahar)

Mamuju, Katinting.com – Putra Mahkota Mamuju, Andi Bau Akram Maksum DAI, SE., M.Si kini naik tahta menjadi Maradika atau Raja Mamuju. Ia menggantikan ayahnya, Andi Maksum Dai yang meninggal dunia pada Selasa, 8 September 2020 lalu.

Andi Bau Akram dikukuhkan menjadi Maradika Mamuju oleh Maradika Mamuju, Andi Amir DAI bertempat di Rumah Adat Mamuju, jalan Ks. Tubun, Mamuju, Rabu (15/9).

Pengukuhan Raja Mamuju ini juga dihadiri, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, Forkompimda Kabupaten Mamuju, Raja Gowa ke-38 PYM Andi Kumala Idjo DG Sija Karaeng Lembang Parang Batara, para dewan adat, lembaga adat pemangku adat, dan keluarga besar Maradika Mamuju.

“Saya lantik dan kukuhkan Bau Akram Dai sebagai Raja Mamuju ke-12,” kata Andi Amir DAI saudara kandung Andi Maksum DAI

Pelantikan Maradikan Mamuju yang diselenggarakan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan untuk meneruskan eksistensi kerajaan Mamuju, atas mangkatnya Maradika Mamuju, Almarhum Andi Maksum DAI.

Andi Bau Akram Seyogyanya dikukuhkan menjadi Maradika Mamuju di Hari jadi Mamuju ke-481 14 Juli kemarin. Namun ditunda akibat pandemi Covid-19 saat itu cukup mengkhawatirkan. Olehnya itu baru dilaksanakan hari ini.

“Namun kita tentu berharap momentum ini akan tetap sakral dan menjadi estafet kepemimpinan didalam hirarki kerajaan sekaligus menjadi tonggak baru upaya pelestrian budaya dan kearifan lokal sebagai suatu kekayaan yang harus tetap kita pertahankan,” kata Bupati Mamuju dalam sambutannya.

Dibawa naungan Andi Bau Akram sebagai Maradika yang baru dipercaya akan mampu melanjutkan pondasi yang telah disusun dengan penuh kearifan oleh mendiang Maradika, Andi Maksum DAI yang dikenal sebegai sosok penuh dedikasi dan kharisma yang akan dikenang sepanjang masa.

Kata Bupati, eksistensi kerajaan Mamuju akan dapat didorong menjadi “central preservation of culture” atau pusat pelestarian budaya yang diharapkan menjadi benteng dalam menjaga kekayaan kearifan lokal sehingga tidak hilang ditelan kemajuan zaman.

“Saya pastikan Pemerintah Daerah akan senantiasa membuka diri dalam membangun sinergi maupun kolaborasi bersama kerjaan Mamuju, dan akan kita aktualisasi bersama dalam rumusan program yang mengintervensi pengembangan budaya di Bumi Manakarra,” sebut Sutinah.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersyukur prosesi pengukuhan Raja Mamuju berjalan aman dan lancar. Dia mengajak kepada seluruh pemangku kebijakan lainnya untuk sama-sama mendukung Andi Bau Akram dalam membangun Mamuju.

“Tentu diharapakan dengan adanya Raja Mamuju ini, kebudayaan kita lebih bersemarak dan masayarakat Mamuju harusnya bisa lebih Mamuju,” ungkap Gubernur Sulbar.

Maradika Mamuju yang baru saja dikukuhkan Andi Bau Akram menutukan bahwa pengkuhan ini adalah milik bersama. Ia mengajak semua yang hadir dalam pengukuhan itu untuk bersama-sama dalam membangun Bumi Manakarra ini dengan baik.

“Karena tugas yang saya emban ini sangat berat. Saya tidak bisa sendiri menjalankan amanah ini. Saya membutuhkan baik lembaga, dewan dan semua keluarga besar. Susah senang kehidupan di tanah Mamuju ini kita lalui bersama,” kata Raja Mamuju.

Dia mengungkapkan prosesi pengukuhan ini merupakan eksistensi bersama dalam menjaga kearifan lokal yang ada di Mamuju.

Dihadapan para tamu undangan dirinya menyampaikan bahwa saat ini salh satu tugas yang harus diemban bersama dadalah menjaga kearifan lokal dan menjaga pelestarian budaya yang ada di Bumi Manakarra ini.

“Jadi kita adalah pilar terdepan dalam rangkan menjaga yang namanya Budaya. Inilah budaya yang kita punya. Warisan leluhur harus kita lestarikan bersama,” sebutnya.

(Zulkifli)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Andi Bau Akram DAI Teruskan Eksistensi Kerajaan Mamuju"