banner 728x90

Ancaman Diskualifikasi, Bawaslu Pasangkayu Ingatkan Jangan Ada Mahar Politik

banner 728x90

Ardi Trisandi, Ketua Bawaslu Pasangkayu. (Ist.)

Pasangkayu, Katinting.com – Bawaslu Kabupaten Pasangkayu menghimbau Partai Politik agar tidak menerima dan memberi mahar politik dalam proses pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020.

Terkait hal tersebut Ardi Trisandi selaku ketua Bawaslu Kabupaten Pasangkayu telah melayangkan surat kemasing-masing partai politik.



“Kami telah melayangkan surat himbauan kepada pimpinan partai politik kemarin Selasa, 14 Januari 2020,” kata Ardi Trisandi. Rabu (15/1).

Menurutnya, calon dan partai politik yang memberi dan menerima mahar harus ditindak tegas. Apalagi, larangan mahar ini sudah diatur secara tegas dalam Pasal 47 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali  Kota.

“Ancaman sanksi bisa dikatakan cukup berat, baik bagi partai politik selaku penerima dan bakal calon selaku pemberi, bagi pasangan calon yang memberikan mahar, apabila terbukti, maka pencalonannya dibatalkan. Hal ini sesuai Pasal 47 Ayat 5 UU 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada,” kata Ardi Trisandi.

Bagi partai politik penerima mahar, akan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama, selain itu oknum di partai politik yang menerima mahar politik juga bisa terancam terkena sanksi pidana. Hal ini diatur dalam pasal 187bUUNo.10 Tahun 2016, “yaitu ancaman pidananya adalah kurungan 72 bulan, denda 300juta, ” tutup Ardi Trisandi.

(Anhar)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ancaman Diskualifikasi, Bawaslu Pasangkayu Ingatkan Jangan Ada Mahar Politik"