banner 728x90

Alih Fungsi DAS Jadi Perkebunan Sawit Diduga Jadi Pemicu Banjir Desa Lariang

Alih Fungsi DAS Jadi Perkebunan Sawit Diduga Jadi Pemicu Banjir Desa Lariang

Banjir Menggenangi Perkebunan Kelapa Sawit

Katinting.com, Matra – Banjir yang terjadi di Desa Lariang dan sekitarnya akibat luapan sungai Lariang menjadi musibah musiman di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) setiap musim penghujan. Alih fungsi lahan diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Perusahan sawit Milik PT Astra Group yang beroperasi di Mamuju Utara diduga telah mengalih fungsikan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi perkebunanan sawit sehingga juga mengakibatkan banjir luapan sungai Lariang.

Maraknya Pembalakan liar atau penebangan liar (Illegal logging) diwilayah perbatasan hutan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan hutan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diduga juga menjadi salah satu pemicu banjir yang kerapkali terjadi diwilayah Kabupaten Mamuju Utara. Sehingga akibatnya resapan air dihutan perbatasan telah gundul, seperti yang terlihat di bantaran sungai lariang di dusun Taviora puluhan kubik kayu disembunyikan disemak belukar untuk menghindari kejaran petugas.

Sungai lariang sebagai salah satu sungai terpanjang diwilayah sulawesi yang mempunyai panjang sekitar 718 kilometer telah kehilangan Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat keserakahan pemodal perkebunan kelapa sawit yang mengalih fungsikan DAS sebagai bagian dari perkebunan kelapa sawit, bahkan daerah konservasi di daerah tersebut juga telah hilang tergerus derasnya sungai lariang, akibatnya luapan sungai lariang masuk hingga keperkebunan kelapa sawit milik Astra Group.

Akibat menghilangnya hutan konservasi di bantaran sungai Lariang membuat sungai ini kerapkali berpindah – pindah aliran, hingga ratusan hektar kebun masyarakat di daerah sekitar bantaran sungai hilang ditelan erosi, bahkan untuk menghindari gerusan yang telah menghilangkan ratusan hektar lahan sawit, pihak PT. Lestari Tani Teladan (Astra Group) juga telah membuat tanggul penahan air agar perumahan Kariawan tidak terendam luapan air banjir.

Sementara pihak PT. Lestari Tani Teladan anak perusahan (Astra Group) yang dikonfirmasi terkait dengan pengalihan fungsi (DAS) dikantornya, tidak satupun pihak manajeman yang mau menemui awak media dengan alasan sedang ada rapat, jelas salah seorang pengamanan perusahan tersebut.

Walau pihak PT. Lestari Tani Teladan telah berusaha membendung bantaran sungai agar air luapan tidak merendam pemukiman dan perumahan karyawan namun derasnya air sungai Lariang membuat luapan air tetap masuk ke areal perkebunan milik perusahan Astra Group tersebut. (Joni/Ed:Anhar)

 

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.