banner 900x90

Alasan Sekprov Sulbar agar RS Regional Segera Jadi BLUD

63 views
banner 900x90

Sekprov Sulbar saat menyapa pasien RS Regional. (Foto Humas)

Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berencana akan meningkatkan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulbar menjadi Rencana Strategi Bisnis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Karena itu, menurut Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP, merupakan tuntutan peraturan perundang-undangan, bahwa rumah sakit umum daerah kabupaten maupun provinsi harus direncanakan dan di kelola dengan Rencana Strategis Bisnis Badan Layanan Umum Daerah.

“Nah ini yang menarik saya ingin juga masuk didalamnya. Karena saya terus terang lebih konsen untuk membuat RS Umum ini menjadi RS yang berstatus BLUD karena sangat pas dengan itu,” ungkap Muh. Idris saat mengunjungi RSUD Regional di Jl. Martadinata, Mamuju, Selasa (4/12).

Menurutnya, saat ini pasien RS Regional Sulbar masih tersandra dalam urusan administrasi. Hal itu dikarenakan karena RS Regional Sulbar ini standar nya masih sama dengan Operasi Perangkat Daerah (OPD).

“Karena sekarang ini tersandra dengan urusan administrasi seperti yang dikeluhkan kawan-kawan (pasien,red) tadi. Tender, itukan orang mau meninggal tidak bicara tender, orang sakit berobat tidak bicara mengenai tender,” ungkapnya.

Jadi kita harus membuat RS ini karakteristiknya berbeda dengan OPD yang lain, imbuhnya.

Olehnya itu, terlebih dahulu dirinya kembali meninjau persiapan-persiapan di RS Regional untuk mewujudkan BLUD di tahun 2019 mendatang.

“Saya mau lihat kawan-kawan disini, kalau persiapannya mantap di 2019, saya kira kita ingin mendorong lebih cepat dari itu di tahun 2019. Saya kira kalau tinggal sedikit, kita usahakan betul. Dan provinsi akan komitmen mendorong BLUD ini. Kita berdoa 2019 sudah BLUD,” jelasnya.

Selain itu, dirinya memaparkan, selain management dalam meningkatkan pelayanan, Dokter adalah tulang punggung di setiap Rumah sakit.

Masih kurang dokter yang ada Regional, menjadi bagian yang harus ditangani dengan adanya perencanaan perekrutan dokter dengan jangka panjang. “Misalnya, perencanaan dokter ahli kalau tidak dibentangkan jauh kedepan agak sulit. Jadi kalau hanya untuk kebutuhan tahunan itu agak berat. Saya minta nanti RS merencanakan,” pintanya.

Itu juga dikarenakan, kedepannya RS Regional ini direncanakan akan menjadi RS rujukan. Olehnya itu setiap kekurangan yang ada di RS tersebut, Pemprov akan selalu berusaha memenuhi kebutuhan RS, termasuk membuat koneksi dengan sejumlah universitas yang menelurkan dokter-dokter ahli.

“Ini harus menjadi RS rujukan kedepan, itu sudah harus memiliki standar kuantity dari dokter-dokter ahli yang harus dimiliki RS ini. Jadi tergantung dari perencanaan pelayanan yang ada RS. Regional.”

“Kekurangannya pasti kita berusaha untuk memenuhi itu termasuk mencari tau dan membuat koneksi dengan kawan-kawan disejumlah universitas yang akan menelurkan dokter-dokter ahli itu,” tutup Muhammad Idris DP.

Sekprov Sulbar saat mengunjungi pasien RS Regional. (Foto Humas)

(Zulkifli/Edit : Anhar)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.