banner 900x90

Al-Bihar Foundation Salurkan Bantuan di Pengungsian Balaroa

81 views
banner 900x90

Koordinator Al-Bihar Foundation wilayah Sulbar, Fitri Patonangi saat menyerahkan bantuan kepada para korban gempa dan tsunami di pengungsian lapangan Balaroa, kelurahan Balaroa, Kecamatan Tatanga Palu Barat. (Foto Ndi)

Palu, Katinting.com – Dua pekan pasca gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi. Al-Bihar Foundation Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan pakaian muslim, yang diserahkan lansung dipengungsian lapanganan Balaroa, kelurahan Balaroa, Kecamatan Tatanga Palu Barat, Jumat (12/10).

Koordinator Sulbar Al-Bihar Foundation, Fitri Patonangi usai menyerahkan bantuan secara simbolis mengatakan, sebagai Yayasan agama, Al Bihar Foundation ikut merasakan penderitaan saudara yang menjadi korban gempa dan tsunami beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, bantuan berupa makan, pakai, selimut dan mesin genset setelah gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sigi ini merupakan tahapan ketiga dan akan menyusul minggu depan tahap selanjutnya.

“Alhamdulillah bantuan ini sudah ketiga kali dari Al-Bihar Foundation. Kemarin kami juga mengirimkan alat penerangan, lampu led dan powerbank untuk memberikan jaringan komunikasi pada minggu pertama pasca gempa. Dan InsyaAllah akan menyusul minggu depan lagi,” kata Fitri.

Ia mengungkapkan, bantuan ini adalah bagian dari uluran tangan sebangsa dan sesama manusia, yang berarti ikut merasakan penderitaan yang di alami para korban gempa dan tsunami.

“Dua pekan terakhir, kami hanya bisa sedih melihat penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban. Alhamdulillah saat ini dengan mewakili teman-teman di Jakarta kami bisa bertemu lansung dan menyerahkan bantuan,” ucap Fitri dengan nada sedih.

Dia menuturkan, kondisi pengungsi disepanjang perjalanan dari Kabupaten Donggala hingga memasuki kota Palu, dan di lapangan Balaroa, sangat menyayat hati.

“Saya melihat sendiri kehancuran yang luar biasa disepanjang perjalanan. Nyaris tak ada rumah yang utuh setelah dihantam gempa,” ujar Fitri yang juga komisioner Bawaslu Sulbar.

Rasak (42) tahun, penerima bantuan secara simbolis menghaturkan rasa terimakasih yang dalam. Meski sudah dua pekan gempa dan tsunami telah berlalu, ratusan pengungsi warga Balaroa dan sekitarnya masih tetap saja memilih dipengungsian.

“Ya, mau kemana lagi kita. Setelah musibah gempa itu kami tidak punya tempat tinggal lagi. Rumah kami rata dengan tanah bu,” sedih Rasak.

Penyerahan bantuan oleh pihak Al-Bihar Foundation kepada para korban gempa dan tsunami di pengungsian lapangan Balaroa, Palu. (Ndi)

(Ndi/Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.