ABM Panggil Para Kepala Satker, Ini Penjelasan Terkait Sejumlah Proyek

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat memimpin rapat dengan sejumlah Kepala Satker diruang oval kantor Gubernur Sulbar. (Ft: Hms Pemprov Sulbar)

Mamuju, Katinting.com – Pada pertemuan diruang oval kantor Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar kepada para Kepala Satker Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya, untuk mendengarkan Pemaparan Kebijakan Umum dan Strategi Pembangunan Keciptakaryaan serta Realisasi Program Satuan Kerja Bidang Cipta Karya T.A 2017 dan Rencana Program Satuan Kerja Bidang Cipta Karya T.A 2018. Senin (20/11).

Didampingi sejumlah pejabat lingkup pemerintahannya, Ali Baal Masdar tegas menginginkan setiap pekerjaan harus saling terkordinasi demi kelancaran prosesnya. Ia juga tidak ingin ada pekerjaan yang tidak selesai. “Jadi kuncinya adalah kordinasi. Kordinasikan dan tuntaskan sesuai dengan yang direncanakan. Kerjakan sesuai bestek, jangan ada mark up dan fiktif,” tegas Ali Baal.

BACA JUGA : ABM Minta Pekerjaan Sejumlah Proyek Sesuai Bestek, Jangan Ada Mark Up dan Fiktif

Kepala Bappeda, Junda Maulana yang juga hadir pada rapat kordinasi tersebut mengungkap, sebaiknya bidang Cipta Karya memprioritaskan beberapa program yang belum dapat dicapai sesuai dengan target dari pusat, juga beberapa program Keciptakaryaan dikoordinasikan ke beberapa lembaga terkait.

“Beberapa program juga disesuaikan dengan target RPJMD kita, juga direncanakan bagaimana kita mendukung capaian nasional yang notabene sama dengan mencapai terget RPJMD kita,” ungkap Junda.

Kepala Dinas Kehutanan, Fakhruddin Hade menyarankan agar  beberapa hal terkait perizinan kawasan hutan, diurus setahun sebelum pelaksanaan program.

“Izin-izin seperti kawasan hutan, TPA dan rest area jangan sampai diurus pada tahun pelaksanaan programnya karena akan mengalami banyak kesulitan. Dan untuk pinjam pakai kawasan dibawah lima Ha, proses perizinannya didelegasikan kepada Gubernur,” tandasnya.

Beberapa realisasi program Satuan Kerja (Satker) bidang Cipta Karya T.A 2017 diantaranya, Satker penataan bangunan dan lingkungan, untuk penataan kawasan Madatte Kabupaten Polman dan kawasan strategis Manakarra Kabupaten Mamuju telah mencapai 100 persen, fasilitasi percontohan ruang terbuka publik – revolusi mental di Kabupaten Mamuju dan Polman juga telah mencapai 100 persen, serta peningkatan kawasan pantai Pasangkayu mencapai 92,39 persen.

Untuk Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman, beberapa program yang telah dilaksanakan yaitu optimalisasi IPLT Kabupaten Mamuju dan pembangunan drainase lingkungan kota di Topoyo, Mamuju, Polewali dan Mamasa telah mencapai 100 persen serta lanjutan pembangunan TPA kabupaten Mamuju Tengah mencapai 84,67 persen.

Sambung Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman, beberapa program yang telah dilaksanakan adalah pembangunan Sanimas Desa Batuoge Kabupaten Matra, dengan  capaian 81.65 persen, sedangkan Sanimas di Desa Pangale Kabupaten Polman mencapai 54,6 persen, di Desa Sabang Subik Kabupaten Polman mencapai 83,85 persen. Pembangunan TPS 3R di Kelurahan Baras Kabupaten Matra mencapai 87.48 persen, di Kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju mencapai 83,21 persen, di Desa Rantekamase Kabupaten Mamasa mencapai 76,42 persen.

Untuk Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain, bantuan program penyehatan PDAM di Kabupaten Mamuju Utara mencapai 86,12 persen, di Kabupaten Majene mencapai 88,75 persen, di kabupaten Mamasa mencapai 75,71 persen, dan di Kabupaten Polman mencapai 80 persen. Untuk pengembangan jaringan SPAM IKK di Bambaira kabupaten Mamuju Utara dan Pati’di, Sese Kabupaten Mamuju mencapai 100 persen, serta di Messawa kabupaten Mamasa mencapai 89,1 persen.

Untuk Satker Pengembangan Kawasan Permukiman, beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain, program peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Binanga Kabupaten Mamuju, Kawasan Puncak Binanga Kabupaten Mamuju, dan Kawasan Padang Baka Timur Kabupaten Mamuju semuanya sudah mencapai 100 persen. Program pembangunan jalan poros beserta bangunan pelengkapnya di kawasan Tobadak kabupaten Mamuju Tengah dan di Kawasan Tommo Kabupaten Mamuju telah mencapai 100 persen.

Pada rapat tersebut juga disampaikan, beberapa program satker bidang Cipta Karya T.A 2018 yaitu untuk priorotas satker penataan bangunan dan lingkungan yaitu melanjutkan pembangunan Stadion Manakarra, sedangkan untuk satker penyediaan air minum dan pengembangan kawasan permukiman sudah dipersiapkan untuk lelang dini.

Pembangunan infrastruktur untuk bidang Karya Cipta sendiri diarahkan untuk mendukung visi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yaitu terwujudnya infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang handal dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut antara lain, Kepala Bappeda, Junda Maulana, Kepala Dinas PU, Nasaruddin, Kepala Dinas Kehutana Fakhruddin Hade, Kepala BPTSP, Amir Maricar, Kepala Dinas ESDM, Amri Eka Sakti, sejumlah Kepala Satker pada pertemuan tersebut antara lain, Kepala Satker Pengendalian Andal, Rahman, Satker PLP, Ibrahim Tandidatu, Satker Pengembangan Pemukiman (Bangkim), Fauzan, dan para PPK dari Satker Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya, sejumlah pejabat administrator Dinas PU dan beberapa tenaga ahli Gubernur Sulbar.

(ADV/Hms/Fadilah)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar