dprd sulawesi barat

2.297 Data e-KTP Warga Mamuju Bermasalah

220 views
banner 468x60

Gambar Ilustrasi

Mamuju, Katinting.com – Sebanyak 2.297 data KTP Elektronik (e-KTP) warga Mamuju di Disdukcapil masih bermasalah. Data tersebut merupakan data perekaman warga yang tercover sejak Agustus hingga sekarang.

Kepala Disdukcapil Mamuju Suparman saat ditemui baru-baru ini mengungkapkan bahwa data yang bermasalah tersebut dikarenakan adanya kesalahan prosedur pada saat proses pengiriman hasil perekaman ke server pusat. Sehingga data yang sedianya akan dicetak menjadi e-KTP tak dapat dicetak.

“2.297 data yang tidak bisa dicetak ini karena ada kegagalan data biomedik warga diserver pusat, sehingga pada saat kita akan melakukan pencetakan, foto warga itu tidak muncul sehingga tak dapat dicetak,” ungkap Suparman.

Suparman menambahkan hal tersebut juga diperparah dengan kelebihan kapasitas server penampung database kependudukan di pusat yang saat ini sedang melakukan proses perbaikan sehingga data biometrik warga tidak dapat segera diselesaikan masalahnya.

“Juga ada kerusakan server di pusat yang disebabkan over kapasitas, mungkin tahun depan sudah kembali baik. Informasi yang kami dengar saat ini pusat sementara memperbaiki itu dan rencananya tahun depan sudah dapat beroperasi lagi,” tambahnya.

Alhasil, bila ada warga yang hendak melakukan perekaman data kependudukan maka harus menunggu hingga masalah yang ada di pusat selesai. “Untuk sementara kita tetap berikan Suket (surat keterangan, red) sampai masalah itu selesai, mungkin bulan satu atau pertengahan bulan dua sudah kembali normal seperti biasa,” jelas Suparman.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Disdukcapil Mamuju, Muhammad Iksan berharap agar masyarakat dapat bersabar dan mengerti akan permasalahan tersebut. Untuk warga yang mengalami kegagalan data biometrik maka akan diberi penjelasan dan kode pada lembaran Suket yang diberi.

“Kami biasanya memberitahukan kepada masyarakat jika data perekeman mereka mengalami masalah, hanya saja mungkin untuk beberapa kondisi kami akui tidak tersampaikan atau masyarakat tidak mendengar penyampaian tersebut. Hal ini karena  keterbatasan personel dan juga banyaknya berkas yang bertumpuk,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa untuk warga yang mengalami kegagalan data biomedik makan akan diberi kode BM dilembaran Suket maupun fotokopi KK. Pun ditegaskan juga bahwa pihaknya tidak pernah membeda-bedakan individu dalam melakukan proses pelayanan kependudukan.

“Kita tidak pernah membeda-bedakan, jika memang datanya siap cetak maka hari itu juga kita akan cetak, berbeda jika datanya bermasalah. Dan sesuai arahan pak Kadis bila ada oknum dari pihak kami yang melakukan pungli supaya pengurusan lancar maka kita akan tindak tegas,” tandasnya.

(Syarifuddin)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar