banner 900x90

19 Kali Diguncang Gempa, Gudang Logistik KPU Mamasa Nyaris Roboh

185 views
banner 900x90

Gudang logistik KPU Mamasa. (Foto : Wahyudi)

Mamasa, Katinting.com – Gempa masih terus mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kamis (15/11) pagi, pukul 07.01 Wita gempabumi berkekuatan 5,5 SR bagian tenggara Mamasa, kedalaman 13 KM kembali menguncang Mamasa. Disusul pukul 07.31 Wita, kekuatan 5,0 SR bagian timurlaut kedalam 13 KM dan pukul 11.55 Wita dengan kekuatan 5,0 SR bagian tenggara pada kedalaman 17 KM.

Gempa ini merupakan gempa ketiga bermagnitudo 5 ke atas yang menggoyang wilayah Mamasa.

Dari info BMKG, terhitung sejak pagi tadi, tercatat gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Mamasa sebanyak 19 kali dengan skala yang berbeda-beda, mulai paling rendah magnitudo 2,6 dan paling besar 5,5.

Akibat guncangan yang bervariasi itu, sejumlah bagian gudang milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa mengalami kerusakan. Seperti pada bagian dinding dan tiang bangunan KPU terjadi keretakan parah, hingga plafon gudang logistik bangunan runtuh.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada logistik berupa kotak serta bilik suara agar tidak rusak dan terkena hujan, pihak KPU Mamasa membungkusnya dengan terpal.

“Kami mengambil tindakan untuk penanganan pertama, kami membungkus dangan menggunakan terpal karena bagian plafon ada yang runtuh setelah diguncang gempa,” ungkap Sekretaris KPU Mamasa, John Rihardes. Kamis (15/11).

Rihardes juga mengaku telah menugaskan dua orang staf untuk berjaga-jaga di kantor KPU agar memantau perkembangan situasi, ketika kembali terjadi gempa susulan.

“Sejauh ini tidak ada logistik yang rusak, namun untuk memantau perkembangan kondisi, kita sudah menugaskan staf agar siaga di kantor,” katanya.

Rihardes berharap agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan hingga proses pemilihan umum berjalan sesuai yang diharapkan.

“Semoga saja tidak terjadi hal terburuk, hingga proses pemilu usai,” harapnya.

(Wahyudi Taslim/Zulkifli)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.