dprd sulawesi barat

16 Adegan Ungkap Kematian Ali di Desa Bunde

347 views
banner 468x60

Rekonstruksi pembunuhan Ali di Polres Mamuju. (Srf)

Mamuju, Katinting.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mamuju menggelar rekonstruksi ulang atas kasus pembunuhan Ali (30) yang dilakukan oleh Narwandi (37) di Desa Bunde Kecamatan Sampaga, Selasa 19 Desember, silam.

Rekonstruksi tersebut berlangsung di halaman Mapolres Mamuju, pukul 10.30 Wita, Rabu (24/01).

Dihadiri saksi dan keluarga korban, terlihat pelaku memperagakan 16 adegan saat menghabisi nyawa Ali, menggunakan parang replika.

Awalnya, pelaku mengintip korban dari atas rumahnya. Saat itu ia menduga korban tengah meracuni ayam miliknya dengan cara mencapurnya dengan gabah. Lalu ia turun dan mulai mengikuti korban dengan membawa sebilah parang, yang diselipkan dalam sarungnya.

“Pas dekat pembuatan batu bata, saya tanya kenapa kau racuni ayamku,” kata Narwandi.

Dari keterangan pelaku, saat mengajukan pertanyaan, korban mengelak dan langsung memukul wajah korban. Mendapat pukulan, pelaku pun secara spontan mengeluarkan parang dari balik sarungnya dan mulai memerangi korban dengan membabi buta, hingga tergelak tak berdaya.

“Saya tidak ingat berapa kali saya parangi pak karena spontan. Seingat saya cuma di punggung. Setelah saya parangi langsung saya tinggalkan pak,” bebernya.

Ibrahim selaku saksi dan keluarga korban, merasa janggal dalam proses rekonstruksi ulang tersebut. Alasannya dalam reka adegan itu tidak memeragakan korban mengambil gabah lalu memberikan kepada ayam pelaku, sesuai pengakuan pelaku.

“Rekonstruksinya langsung melompat, ke adegan korban ditemukan oleh saksi. Sementara banyak luka pada tubuh korban seperti kaki yang hampir saja patah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, begitu pula dengan barang bukti lain berupa potongan rambut dan bercak darah yang ditemukan di motor. Dia menduga pelaku pembunuhan lebih dari satu orang.

“Jangan sampai pelaku tidak satu orang,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Jamaluddin mengatakan, rekonstruksi terkesan melompat karena pelaku sudah tidak bisa mengingat dan memberikan keterangan. Namun mengenai rambut dan darah, itu sudah indentik dengan hasil pemeriksaan forensik.

“Itu juga sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) oleh tim.  Yang kita lakukan hari ini, bagaimana peranan pelaku sesuai pengakuan pelaku sendiri,” kata Jamaluddin.

Terkait adegan korban mengambil gabah, kata Jamaludin, itu tidak dilakukan sebab merupakan keterangan tunggal dari pelaku atau tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.

Tidak ada saksi lain yang bisa memberikan keterangan apa betul yang diberikan gabah atau bukan, ujarnya.

(Syarifuddin)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar